Peduli Petugas Karhutla, DPC PDI Perjuangan Palangka Raya Salurkan Bantuan ke BPBD dan Relawan

dpc
DPC PDI Perjuangan Kota Palangka Raya menyalurkan bantuan makanan dan minuman kepada BPBD dan relawan pemadam Karhutla di Posko Karhutla Kelurahan Kameloh Baru, Sabtu (1/8/2026). Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Palangka Raya menunjukkan kepedulian terhadap petugas dan relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

DPC PDI Perjuangan Kota Palangka Raya menyalurkan bantuan berupa makanan dan minuman kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan pemadam Karhutla Kota Palangka Raya, Sabtu (1/8/2026).

Bantuan tersebut diserahkan di Posko Karhutla BPBD Kota Palangka Raya yang berada di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau.

Sejumlah kebutuhan konsumsi yang diberikan di antaranya susu, mi instan, biskuit dan air mineral. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan petugas maupun relawan selama menjalankan tugas penanganan Karhutla di lapangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, SH, mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kepada para petugas serta relawan yang berada di garis depan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan berbagai pihak. Terlebih, petugas dan relawan harus bekerja di lapangan menghadapi kondisi yang tidak mudah untuk mencegah kebakaran meluas.

DPC PDI Perjuangan Kota Palangka Raya pun memberikan apresiasi kepada BPBD dan seluruh relawan pemadam yang terus bekerja melakukan pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar petugas dan relawan tetap semangat menjalankan tugas menjaga Kota Palangka Raya dari ancaman Karhutla.

DPC PDI Perjuangan Kota Palangka Raya juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kolaborasi pemerintah, relawan, masyarakat dan berbagai elemen dinilai menjadi salah satu kunci dalam menekan risiko serta dampak Karhutla di Kota Palangka Raya. (cen)