DLHK Pulpis Terima Kunker Komisi III DPRD Batola

DLHK Pulpis
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Pulang Pisau Godfridson saat menjelaskan terkait proses pembuatan pupuk organik cair dan kompos di TPS Ray III kepada Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Batola Saleh, Kamis (30/7/2026). Foto: Ung

PULANG PISAU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka studi lapangan terkait optimalisasi pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC).

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komis III DPRD Kabupaten Batola, Saleh diikuti anggota Komisi III itu dalam rangka melihat dan belajar tata kelola penanganan persampahan di Pulpis, terkait bagaimana pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Kedatangan rombongan Komisi III DPRD Batola tersebut diterima oleh Kepala DLHK Pulpis, Godfridson dan Kabid Persampahan, Ade Wijaya di TPS Pulpis Jalan H Amur (Ray 3) Pulang Pisau, Kamis (30/7/2026).

Kepala DLHK menyambut baik sekaligus memberitahukan apresiasi tinggi kepada Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Batola yang sudah melakukan kunker studi lapangan di Pulpis terkait tata kelola penanganan persampahan di Pulpis, terkait bagaimana pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Kegiatan Komisi III DPRD Batola kunker studi lapangan ini ke DLHL kata Godfridson, merupakan kunjungan kedua, setelah sebelumnya melakukan kunker pertama melakukannya diskusi dan paparan terkait pengelolaan dan penanganan persampahan yang ada di Pulpis.

“Hari ini teman-teman dari Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara melakukan Studi lapangan di TPS melihat langsung optimalisasi pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC) dalam rangka mewujudkan pengurangan volume sampah,” ujarnya.

Atas nama pemerintah daerah, Godfridson mengapresiasi teman-teman dari Komisi III DPRD Batola yang sudah melaksanakan kegiatan studi lapangan terkait bagaimana penanganan dan pengelolaan persampahan di Pulpis. Juga proses optimalisasi sampah menjadi pupuk organik cair dan kompos. (ung/abe)