11 Puskesmas di Palangka Raya Siapkan Ruang Oksigen

11 Puskesmas
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Salundik. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat kesiapan layanan kesehatan kembali menjadi perhatian. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Wakil Ketua I Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Salundik meminta, kesiapan layanan kesehatan tersebut dipastikan berjalan optimal, seiring kondisi kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah.

“Kami mendorong agar masyarakat yang terdampak kabut asap dapat segera memperoleh penanganan, apabila mengalami gangguan kesehatan,” kata Salundik, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, kelompok rentan harus mendapat perhatian lebih selama kualitas udara terdampak asap. Mereka antara lain anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat atau keluhan pada saluran pernapasan.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas. Fasilitas tersebut tersedia di Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit dan Kayon.

Selain itu, pelayanan kesehatan diperkuat dengan keberadaan 30 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di berbagai kelurahan.

Salundik mengatakan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data kasus dilaporkan setiap hari sebagai bahan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tengah kualitas udara yang terdampak kabut asap.

Ia mengingatkan, masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

“Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” imbuhnya.

Salundik, juga meminta warga tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Keluhan seperti batuk, sesak napas, maupun gangguan pernapasan lainnya perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Yang terpenting, masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” ucapnya. (ifa/abe)