Penerimaan Pajak Daerah Pulpis Terealisasi 78,O7 Persen

Penerimaan Pajak
Kepala Bapenda Kabupaten Pulang Pisau, Zulkadri S.Kom MA. Foto: IST

PULANG PISAU – Laju penerimaan pajak daerah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) terus menunjukkan perkembangan tren positif.

Dimana, hingga periode laporan akhir Agustus 2026, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp26,50 miliar atau 78,07 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp33,95 miliar.

Capaian tersebut menempatkan penerimaan pajak daerah pada jalur yang cukup kuat menuju target akhir tahun. Dari total realisasi tersebut, penerimaan pada periode berjalan mencapai sekitar Rp3,02 miliar, menambah capaian kumulatif yang sebelumnya berada di angka Rp23,49 miliar.

“Capaian 78,07 persen menunjukkan bahwa penerimaan pajak daerah berjalan cukup baik. Tetapi kami tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Masih ada ruang yang harus kita kejar, terutama pada jenis pajak yang realisasinya masih rendah,” ujar Kepala Bapenda Pulpis, Zulkadri S.Kom MA, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, jika dilihat dari masing-masing jenis pajak, sejumlah sumber penerimaan menunjukkan kinerja yang menonjol. Dimana, tegas Zulkadri, Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), bahkan telah melewati target tahunan dengan realisasi Rp8,45 miliar atau 102,94 persen dari target Rp8,21 miliar.

“Artinya, penerimaan telah melampaui target sebesar sekitar Rp241,52 juta. Capaian tinggi, juga terlihat pada Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Dari target Rp6,47 miliar, realisasinya telah mencapai Rp6,26 miliar atau 96,71 persen,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bahwa dengan capaian tersebut, penerimaan MBLB hanya menyisakan sekitar Rp213,10 juta untuk mencapai target tahun berjalan.

Kondisi tersebut memperlihatkan, bahwa struktur penerimaan pajak daerah Pulang Pisau memiliki karakter yang beragam. Ada sumber penerimaan yang telah melampaui target, ada yang berada di jalur pencapaian tinggi, tetapi terdapat pula jenis pajak yang masih membutuhkan penguatan pendataan, pelayanan, pengawasan dan penagihan.

“Capaian 78,07 persen menunjukkan, bahwa penerimaan pajak daerah berjalan cukup baik. Tetapi kami tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Masih ada ruang yang harus kita kejar, terutama pada jenis pajak yang realisasinya masih rendah. Tetapi, capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga momentum penerimaan hingga akhir tahun,” ujarnya.

Menurutnya, capaian lebih dari 100 persen pada Opsen BBNKB dan hampir 100 persen pada Pajak MBLB. Itu menjadi sinyal positif, bahwa optimalisasi penerimaan dapat dilakukan ketika

potensi, data, koordinasi dan mekanisme pemungutan berjalan dengan baik.

Dimana, kinerja tersebut menunjukkan bahwa sumber-sumber penerimaan tertentu mampu bergerak relatif cepat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap keseluruhan penerimaan pajak daerah.

“Namun, di saat yang sama, masih terdapat sejumlah jenis pajak yang membutuhkan perhatian lebih serius agar capaian keseluruhan dapat terus didorong,” jelasnya.

Sementara itu pendapatan pajak Air Tanah telah mencapai 81,78 persen, dengan realisasi Rp770,18 juta dari target Rp941,81 juta. Pendapatan pajak sektor Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 79,87 persen atau Rp4,52 miliar dari target Rp5,66 miliar.

Kemudian pada kelompok Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), realisasi mencapai Rp5,73 miliar atau 63,13 persen dari target Rp9,07 miliar. Capaian tersebut masih menyisakan ruang yang cukup besar untuk dikejar, terutama dari sektor-sektor PBJT yang penerimaannya belum optimal.

“Nah, untuk pajak reklame telah terealisasi sebesar Rp66,92 juta atau 75,23 persen. Capaian PBB-P2 berada pada angka 32,49 persen dengan realisasi Rp386,66 juta, sedangkan BPHTB baru mencapai 14,10 persen atau Rp320,68 juta dari target Rp2,27 miliar,” ungkapnya. (ung/abe)