Wawali Kota Palangka Raya Tanggapi Kontrak Publikasi Palangka Raya Semakin Keren

Wawali Kota
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini saat diwawancarai awak media, kemarin, Foto: Ifa

PALANGKA RAYA – Alokasi anggaran publikasi Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya senilai Rp 500 juta untuk media Palangkarayasemakinkeren.com melalui PT Bakatama Indo Politika menjadi perbincangan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali (Wawali) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menegaskan, bahwa seluruh kegiatan publikasi pemerintah telah melalui tahapan perencanaan dan penganggaran yang berlaku.

Menurut Zaini, anggaran publikasi yang dialokasikan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya menyampaikan berbagai program dan hasil pembangunan kepada masyarakat secara luas melalui kerja sama dengan media.

“Jadi segala sesuatunya sudah melalui perencanaan. Ada program yang memang harus diwujudkan melalui perencanaan pembiayaan di setiap OPD. Salah satunya dinas yang mengampu bagaimana mempublikasikan dan menyampaikan pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Itu dilakukan melalui kerja sama dengan para media,” ujarnya kepada awak media, Kamis (18/6/2026).

Ia mengakui, bahwa nominal anggaran tersebut dapat menimbulkan beragam penilaian di masyarakat. Namun menurutnya, besaran anggaran merupakan hal yang relatif dan harus dilihat dari kebutuhan pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Kalau dilihat mungkin terlalu besar bagi sebagian orang, tetapi itu juga tidak semua media bisa kita cover. Intinya bagaimana proses pembangunan dan hal-hal yang sudah dilakukan pemerintah kota dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui publikasi dan kerja sama dengan media,” katanya.

Saat ditanya secara spesifik mengenai nilai kontrak Rp 500 juta tersebut, Zaini mengaku tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran tersebut, karena menjadi kewenangan perangkat daerah yang membidangi komunikasi dan informasi.

“Saya nilainya kurang paham pastinya, karena ada etika komunikasi dan itu ranah Kominfo. Tetapi nilai itu relatif, ada yang mengatakan besar, mungkin dari sisi lain kurang. Faktanya memang ada beberapa media yang ingin menjalin kerja sama, namun belum bisa kita akomodir, karena anggarannya juga terbatas,” ungkapnya.

Meski demikian, Zaini memastikan, bahwa pengalokasian anggaran tersebut telah direncanakan dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah.

“Tapi yang jelas itu sudah direncanakan dengan baik, sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan,” tegasnya.

Belakangan, kontrak publikasi tersebut menjadi sorotan publik setelah beredar unggahan di media sosial yang mempertanyakan nilai kerja sama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan media Palangkarayasemakinkeren.com melalui PT Bakatama Indo Politika tersebut. (ifa/abe)