DPKUKMP Palangka Raya Klaim tak Ada Pengurangan Pasokan Gas LPG Subsidi

DPKUKMP Palangka
Tampak tempat penjualan Gas LPG Subsidi 3 Kg di wilayah Kota Palangka Raya. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Kelangkaan gas LPG subsidi 3 Kilogram diduga dipicu, karena distribusi yang tidak merata, kini mulai dikeluhkan warga di Jalan Jati Kota Palangka Raya.

Selama tiga pekan terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut di pangkalan maupun pengecer, sehingga terpaksa berkeliling mencari hingga ke wilayah lain atau membeli dengan harga lebih mahal.

Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, menepis isu kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram yang dikeluhkan warga.

Ia menegaskan, bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, stok, kuota dan distribusi LPG di wilayah Kota Palangka Raya masih berjalan normal.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, ketersediaan stok, kuota serta distribusi ke pangkalan berjalan normal. Sehingga isu kelangkaan ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya,” kata Fajar, Minggu (21/6/2026).

Ia juga menyebutkan, bahwa hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tidak adanya pengurangan pasokan dari agen ke pangkalan.

“Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa pangkalan, pasokan dari agen ke pangkalan tidak ada pengurangan,” ujarnya.

Terkait kuota LPG 3 kilogram di Kota Palangka Raya, pihaknya menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung ke Pertamina karena DPKUKMP belum menerima data resmi.

“Untuk jumlah kuota LPG 3 kilogram ke wilayah Kota Palangka Raya bisa dikonfirmasi data ke pihak Pertamina, karena kami belum menerima laporan maupun data terkait hal tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah kota (Pemko) terus melakukan langkah pengendalian harga melalui operasi pasar LPG di sejumlah wilayah.

“Langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menjaga kestabilan harga LPG 3 kilogram dengan melakukan giat operasi pasar di beberapa wilayah kelurahan, termasuk di Pasar Penyeimbang Datah Manuah setiap Sabtu selama bulan Juni dengan harga sesuai HET sebesar Rp 22.000,” tambahnya.

Fajar juga menegaskan, bahwa koordinasi dengan Pertamina dan agen terus dilakukan secara intensif, termasuk pengawasan di lapangan.

“Sejauh ini koordinasi DPKUKMP dengan Pertamina dan agen dilakukan secara intens dalam upaya menjamin ketersediaan stok dan pasokan. Selain itu juga dilakukan pembinaan dan sidak lapangan terhadap aktivitas distribusi dan penjualan LPG di seluruh pangkalan di wilayah Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (ifa/abe)