Prof Bhayu Pastikan UKT UPR Tak Naik Jika Terpilih Jadi Rektor

ukt

PALANGKA RAYA – Bakal Calon (Balon) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030, Prof. Bhayu Rhama S.T., MBA., Ph.D, menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) apabila dipercaya memimpin Universitas Palangka Raya selama empat tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Bhayu usai mengikuti kegiatan Sosialisasi Visi dan Misi Bakal Calon Rektor UPR Periode 2026-2030 yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, kebijakan UKT yang saat ini berlaku akan tetap dipertahankan tanpa adanya kenaikan tarif bagi mahasiswa.

“Saya menjamin tidak ada perubahan dari grade yang ada tersebut,” tegas Prof Bhayu.

Ia menjelaskan bahwa skema UKT di Universitas Palangka Raya saat ini terdiri dari grade atau kelompok pembayaran mulai tingkat 1 hingga 10. Besaran UKT memang berbeda di setiap fakultas sesuai karakteristik program studi dan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.

Meski demikian, ia memastikan tidak akan ada kenaikan pada grade UKT yang telah ditetapkan saat ini.

“Memang terdapat perbedaan besaran UKT antar fakultas, namun tidak ada kenaikan dari grade yang ada tersebut,” ujarnya.

Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian penting di tengah meningkatnya harapan mahasiswa terhadap akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau dan berkualitas. Prof Bhayu menilai kampus harus mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan mutu pendidikan dan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Prof. Bhayu Rhama yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya ini mengusung visi besar bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition” sebagai arah pembangunan Universitas Palangka Raya dalam lima tahun mendatang.

Melalui visi tersebut, Prof Bhayu menargetkan UPR menjadi perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Tengah.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof Bhayu menyiapkan empat misi utama yang menitikberatkan pada transformasi pendidikan, penguatan riset, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola universitas yang modern dan berintegritas.

Pendidikan Berbasis Outcome, Karakter dan Daya Saing Global

Pada sektor pendidikan, Prof Bhayu menekankan pentingnya penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang didukung transformasi digital. Menurutnya, lulusan UPR harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, berkarakter Pancasila, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Belom Bahadat.

Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang inovatif dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, nasional, maupun internasional.

Riset dan Inovasi Kolaboratif Berdampak

Di bidang penelitian, Prof Bhayu menargetkan peningkatan kualitas riset melalui kolaborasi lintas sektor yang berbasis pada potensi strategis daerah dan falsafah Huma Betang.

Ia mendorong lahirnya publikasi internasional bereputasi, hilirisasi hasil penelitian, serta penguatan peran akademisi dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan publik yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Kontribusi Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Misi ketiga menitikberatkan pada penguatan kontribusi UPR terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Menurut Prof Bhayu, UPR harus menjadi motor penggerak penguatan sumber daya manusia lokal, pemberdayaan masyarakat adat, serta pengembangan kebijakan publik yang inklusif dan kolaboratif.

Transformasi Tata Kelola Universitas yang Berintegritas dan Modern

Sementara itu, pada aspek tata kelola, Prof Bhayu mengusung konsep Good University Governance yang menekankan integritas, akuntabilitas, dan digitalisasi layanan.

Melalui transformasi manajemen universitas yang modern dan transparan, ia berharap kualitas layanan akademik maupun non-akademik dapat semakin meningkat sehingga mampu memberikan kepuasan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Visi dan misi tersebut menjadi bagian dari komitmen Prof Bhayu untuk membawa Universitas Palangka Raya menjadi kampus yang tidak hanya unggul di tingkat regional, tetapi juga diakui secara nasional dan internasional tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai kearifan lokal Kalimantan Tengah. (cen)