PALANGKA RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Palangka Raya,Wali Kota, Fairid Naparin menegaskan, komitmen pemerintah kota (Pemko) dalam meningkatkan pelayanan dasar, mempercepat pembangunan serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Usai rangkaian peringatan HUT ke-69 Kota Palangka Raya, Fairid menyampaikan harapannya, agar Kota Cantik terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju dengan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.
“Harapan kami tentu Palangka Raya bisa lebih baik lagi, lebih maksimal lagi, baik dalam membuat program pelayanan dasar hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mudah – mudahan juga tidak ada permasalahan, baik permasalahan hukum maupun permasalahan lainnya, selama menjalankan roda pemerintahan sampai berakhirnya masa jabatan nanti,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Fairid, pembangunan daerah merupakan proses yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Karena itu, ia menilai setiap periode pemerintahan akan selalu memiliki tantangan dan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.
Ia mencontohkan, perkembangan kawasan Jalan Bukit Keminting yang semakin pesat setelah infrastruktur dibangun. Pembangunan tersebut, kata ia, memicu pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan sehingga melahirkan kebutuhan baru yang juga harus dipenuhi pemerintah.
“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan pelayanan dasar tetap berjalan sesuai visi dan misi pembangunan sehingga memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di bidang ekonomi, Fairid mengungkapkan Pemerintah Kota Palangka Raya baru saja meluncurkan program kredit berbunga nol persen bagi masyarakat melalui kerja sama dengan perbankan. Program tersebut akan dievaluasi pada tahun pertama pelaksanaannya sebelum dikembangkan lebih luas.
“Kalau hasilnya baik dan maksimal, tentu bisa kita kembangkan dan tingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Sementara pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai yang telah direncanakan,” ucapnya.
Menanggapi masih adanya organisasi perangkat daerah (OPD) yang realisasi pendapatan asli daerah (PAD)-nya belum optimal, Fairid meminta agar kondisi tersebut dilihat secara menyeluruh.
Menurutnya, pemerintah lebih memfokuskan perhatian pada sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap PAD. Di sisi lain, digitalisasi akan terus diperkuat sebagai strategi meningkatkan pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Salah satunya melalui digitalisasi sistem parkir. Itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan sekaligus mengoptimalkan PAD. Kami juga mohon dukungan masyarakat dan rekan-rekan media untuk ikut menyosialisasikan program-program tersebut,” katanya.
Sementara pada sektor pendidikan, Fairid memastikan pemerataan akses pendidikan, termasuk di wilayah pinggiran Kota Palangka Raya, tetap menjadi perhatian pemerintah.
Ia mengatakan, pemerataan dapat diukur melalui indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), baik dari aspek pendidikan maupun kesehatan. Ke depan, pemerintah akan terus memfokuskan pemerataan distribusi guru dan tenaga pendidik, termasuk mendukung implementasi Program Sekolah Rakyat.
“Program tersebut, menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (ifa/abe)



