Karhutla di Palangka Raya Tertinggi Diduga Pembakaran Lahan secara Sengaja

Karhutla
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin diwawancarai awak media, Rabu (15/7/2026). Foto: Ifa

PALANGKA RAYA – Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadikan Kota Palangka Raya sebagai daerah dengan jumlah kejadian tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga tidak lepas dari ulah oknum yang sengaja membakar lahan.

Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalteng hingga 4 Juli 2026 Pukul 18.00 WIB, Kota Palangka Raya mencatat 153 kejadian karhutla atau sekitar 43 persen dari total kejadian di Kalteng.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan pelaku pembakaran lahan, seperti yang terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso akan ditindak tegas melalui proses hukum.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya masih mengkaji kemungkinan menaikkan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan serta ketersediaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Saat ini kita masih siaga. Tadi pagi saya juga bertelepon langsung dengan Pak Gubernur untuk berkonsultasi apakah status perlu ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Kita lihat dulu situasi dan kondisinya. Jangan sampai belum diperlukan tetapi sudah ditetapkan karena membutuhkan anggaran yang besar. Kalau memang sudah diperlukan, pasti akan kita naikkan statusnya,” ujar Fairid, Rabu (15/7/2026).

Fairid mengungkapkan, salah satu penyebab tingginya kejadian karhutla di Palangka Raya adalah masih adanya masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Salah satu kasus terbaru terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso yang diduga kuat merupakan pembakaran disengaja.

“Yang di Yos Sudarso itu ada unsur kesengajaan dibakar. Kita tetap tindaklanjuti ke pihak kepolisian. Jadi bagi warga yang sengaja membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, akan kami tindak tegas. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegasnya.

Selain menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, Kota Palangka Raya juga menempati urutan ketiga luas lahan terbakar di Kalteng dengan 81,56 hektare, setelah Kabupaten Kotawaringin Timur seluas 133,2 hektare dan Kabupaten Sukamara seluas 124,4 hektare.

Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalteng hingga 4 Juli 2026 Pukul 18.00 WIB

Tiga jumlah kejadian kasus karhutla tertinggi berdasarkan kabupaten/kota se-Kalteng:

  1. Kota Palangka Raya 153 kejadian
  2. Kabupaten Kotim 57 kejadian
  3. Kabupaten Barito Utara 45 kejadian

Tiga luas lahan yang tertinggi terbakar berdasarkan kabupaten/kota se-Kalteng:

  1. Kabupaten Kotim 133,2 hektare.
  2. Kabupaten Sukamara 124,4 hektare
  3. Kota Palangka Raya 81,56 hektare.

Tiga indikator hotspot titik paling panas berdasarkan kabupaten/kota se-Kalteng:

  1. Kabupaten Katingan 305 titik
  2. Kabupaten Kapuas sebanyak 272 titik
  3. Kabupaten Kotim 271 titik. (ifa/abe)