Bupati Katingan Soroti Kondisi Fiskal Daerah

Bupati Katingan
Bupati Katingan, Saiful, S.Pd, M.Si memimpin RAPIM TEPRA serta RAKORDAL Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kabupaten Katingan Triwulan II Tahun Anggaran 2026, Kamis (9/7/2026). (Foto: Diskominfostandi Katingan)

KASONGAN – Bupati Katingan, Saiful, S.Pd, M.Si memimpin Rapat Pimpinan (RAPIM) Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) serta Rapat Koordinasi Pengendalian (RAKORDAL) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Kabupaten Katingan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 secara daring dan luring, terpusat di Aula Bappedalitbang Lantai II, Kasongan, Kamis (9/7/2026).

Dalam arahannya, Bupati Saiful menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara dan perangkat daerah yang telah mengagendakan rapat tersebut. Menurutnya, RAPIM TEPRA dan RAKORDAL merupakan agenda penting karena menjadi sarana evaluasi bersama terhadap pelaksanaan anggaran sekaligus ruang untuk saling berbagi pengalaman dan solusi antara pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Melalui forum ini kita dapat melihat sejauh mana realisasi anggaran yang telah dilaksanakan masing-masing OPD. Dari evaluasi tersebut, kita bisa belajar satu sama lain, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kinerja agar pelaksanaan anggaran semakin efektif dan sesuai target,” ujar Saiful.

Dia menegaskan, bahwa forum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi administrasi saja. Tetapi juga, menjadi media koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program pembangunan di setiap perangkat daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti kondisi fiskal daerah pada tahun 2026 yang mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dengan nilai yang cukup signifikan. Kondisi tersebut, menjadi tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan kreativitas seluruh kepala perangkat daerah dengan melakukan berbagai inovasi.

“Pengurangan transfer dari pusat tentu menjadi tantangan bagi kita semua. Karena itu saya meminta seluruh kepala OPD mampu melakukan pengelolaan anggaran secara efektif, efisien dan inovatif. Jangan hanya bergantung pada APBD, tetapi terus berupaya mencari peluang pendanaan dari pemerintah pusat maupun sumber pendanaan lainnya yang sah sesuai ketentuan,” tegasnya.

Saiful menilai, kemampuan setiap perangkat daerah dalam membangun komunikasi dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat menjadi salah satu kunci untuk memperoleh dukungan program dan pendanaan tambahan demi mempercepat pembangunan di Kabupaten Katingan. (ndi)