MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jamilah, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mentransformasi RSUD Muara Teweh menjadi rumah sakit kelas prima. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dukungan itu disampaikan Jamilah menyusul langkah cepat Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang menggelar rapat koordinasi terkait rencana peningkatan layanan kesehatan dan rehabilitasi RSUD Muara Teweh.
Jamilah menilai transformasi rumah sakit yang mencakup penguatan tata kelola, pembangunan fasilitas, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih berkualitas.
“Kami sangat mendukung upaya pemerintah daerah dalam merehabilitasi dan mentransformasi RSUD Muara Teweh. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujar Jamilah di Muara Teweh, Jumat (29/5/2026).
Meski mendukung penuh program tersebut, Jamilah mengingatkan agar proses rehabilitasi dan pembangunan tidak mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pasien yang sedang menjalani perawatan.
Ia meminta manajemen RSUD Muara Teweh menyiapkan skema pelayanan alternatif, termasuk penyediaan ruang pelayanan sementara, sehingga aktivitas pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama proses rehabilitasi berlangsung.
“Rehabilitasi ini sangat kita dukung, tapi jangan sampai proses pengerjaan justru mengganggu pasien. Perbaikan infrastruktur harus disertai pengaturan teknis yang matang,” tegasnya.
Menurut Jamilah, keberhasilan transformasi rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap peningkatan fasilitas fisik berjalan seiring dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan agar pelayanan menjadi semakin profesional, ramah, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
“Selain fisik bangunan, yang tidak kalah penting adalah pelayanan. SDM kesehatan harus semakin profesional, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Jamilah juga mendorong terjalinnya sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD), serta manajemen RSUD Muara Teweh dalam merealisasikan program tersebut.
Ia optimistis, dengan perencanaan yang matang, pengawasan yang baik, dan dukungan seluruh pihak, RSUD Muara Teweh tidak hanya akan memiliki fasilitas yang lebih representatif, tetapi juga mampu meningkatkan status akreditasi serta menjadi rumah sakit rujukan unggulan di Kalimantan Tengah.
“Kami akan turut mengawasi jalannya proyek ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Barito Utara,” pungkasnya. (tia/cen)



