Pertamina Tambah Suplai Pertalite di Palangka Raya Jadi 500 KL per Hari

pertamina
Pertamina melalui Sales Area Manager Retail Kalteng, Donny Prasetya, membeberkan kondisi distribusi BBM di Kota Palangka Raya yang saat ini melibatkan 17 SPBU. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Pertamina melalui Sales Area Manager (SAM) Retail Kalteng, Donny Prasetya, membeberkan kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya yang saat ini melibatkan 17 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Donny menjelaskan, kebutuhan BBM di wilayah Kota Palangka Raya saat ini berada pada kisaran 180 hingga 190 kiloliter (KL) per hari. Sementara itu, suplai dari wilayah Pulang Pisau dinilai masih mampu memenuhi bahkan melebihi kebutuhan masyarakat.

“Untuk suplai normal kita bisa menyalurkan sekitar 200 sampai 250 KL per hari, sehingga masih ada buffer untuk menjaga stabilitas distribusi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa stok BBM di Kota Palangka Raya masih dalam kategori aman dan terkendali. Pertamina juga terus melakukan penyesuaian suplai guna memastikan distribusi ke seluruh SPBU tetap berjalan lancar.

Khusus untuk BBM jenis Pertalite, Donny menyebut kebutuhan harian yang biasanya berada di angka sekitar 400 KL kini telah ditingkatkan menjadi sekitar 500 KL per hari sebagai langkah antisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Penambahan suplai ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi agar distribusi tetap lancar,” katanya.

Ia menambahkan, dengan kondisi suplai saat ini, ketersediaan BBM khususnya Pertalite dan Pertamax dipastikan aman untuk sekitar 10 hari ke depan.

Selain itu, distribusi BBM di wilayah Kalimantan Tengah disebut terus berada dalam pengawasan dan koordinasi bersama pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan Tengah akibat meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Namun Pertamina memastikan distribusi tetap berjalan normal dan stok dalam kondisi aman. (ifa/cen)