fbpx

Ketua Kadin Kotim: Kenaikan Beras Bukan Tren

Melainkan Kebutuhan yang Belum Terpenuhi Secara Nasional

Kadin
Ketua Kadin Kotim, Susilo.

SAMPIT-Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kotawaringin Timur (Kotim), Susilo, menyebutkan tinggi harga beras yang saat ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, itu dikarenakan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi.

BACA JUGA: Modus Bantu Korban Kecelakaan, Dua Pemuda Kuras Isi ATM

“Kebutuhan beras kita itu adalah 34 juta ton sedangkan yang terpenuhi secara nasional hanya 30 juta ton. Jadi, 4 ton itu kita harus impor, itulah yang menjadi lonjakan harga beras di daerah yang tinggi,” kata Susilo, Kamis (7/3/2024).

Ia menjelaskan, apabila harga beras di daerah murah, berarti beras impor akan semakin tinggi harganya. Makanya, yang naik ini adalah beras lokal yang tinggi sementara beras impor yang murah, itulah gunanya untuk menstabilkan harga di nasional.

“Kalau harga beras kita murah dan harga beras impor naik, maka inflasi akan tinggi. Dan, apabila terjadi inflasi tinggi di daerah kita, maka nantinya itu akan menutupi kebutuhan beras kita itu tidak diimpor,” jelasnya.

Untuk kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat pemerintah daerah telah melaksanakan yang namanya pasar murah. Tapi, perlu diketahui beras yang ada di pasar murah itu semua beras dari daerah lain termasuk Jawa.

Lanjutnya, itulah yang membuat beras lokal mahal yaitu karena suplai ke daerah itu kurang, dan beras impor masuk. Dan, itu digunakan untuk mencegah supaya harga beras lokal stabil.

“Kalau harga beras lokal kita murah, kasihan petani kita. Karena dari produksinya saja sudah tinggi, contohnya seperti harga pupuk mahal dan banyaknya produksi yang gagal akibat faktor alam, dan untuk mengangkat petani kita, makanya harga beras menjadi naik,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, bahwa kenaikan harga beras ini bukan tren di hari-hari besar termasuk bulan ramadan yang akan datang. Melainkan di dunia perdagangan harga naik dan turun itu hal yang pasti terjadi.

“Dan jangan salah, kenaikan beras bukan hanya terjadi di Kabupaten Kotim saja, melainkan menyeluruh se-Indonesia,” pungkasnya. (pri/cen)

Writer: KaltengokeEditor: Admin2
DMCA.com Protection Status