fbpx

Pasokan dari Agen Tak menentu, Gas Elpiji 3 Kg di Palangkaraya Mulai Langka

gas elpiji langka
H Rahman, pedagang gas elpiji menata tabung gas elpiji 3kg bersubsidi yang ia jual  di tokonya di Jalan S. Parman, Palangkaraya, Rabu (21/09/2022). Foto:Ist

PALANGKARAYA –  Gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di Kota Palangkaraya mulai sulit ditemukan alias langka.

Sejumlah pedagang mengaku langkanya stok gas melon sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir, bahkan sebagian pedagang terpaksa tidak bisa menjual gas 3 kilogram karena tidak mendapatkan stok barang.

Padahal, gas ukuran ekonomis ini paling banyak diburu masyarakat, mulai dari kalangan pelaku usaha menengah hingga mikro hingga dapur rumah tangga.

Langkanya stok gas elpiji 3 kilogram dikhawatirkan bakal menimbulkan polemik baru bagi masyarakat. Pasalnya, saat ini yang menggunakan elpiji 3 kg adalah orang yang berasal dari golongan tidak mampu.

Berdasarkan pantauan Rabu (21/09/2022), dibeberapa tempat pangkalan gas elpiji di Palangkaraya. Kelangkaan gas elpiji 3 kg sudah terjadi beberapa pekan terakhir.

“Pusing saya mas, sudah lama tidak menerima pengiriman (dari agen) kalau yang 3 kg,” kata Suminten pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan S. Parman.

Menurutnya, kelangkaan ini selain karena kebutuhan masyarakat yang meningkat. Pihak agen yang menentukan stok yang dikirim juga berpengaruh.

“Tergantung dari agennya, kalau stoknya sedikit dari distributor ya bisa tidak kebagian. Sayangnya agen yang sama saya ini banyak pangkalannya jadi gak kebagian,” jelasnya.

Wanita asal Surabaya ini berharap, pemerintah turun tangan untuk bisa menyetabilkan pasokan gas elpiji 3 kg, agar tidak terjadi kelangkaan karena kebutuhan masyarakat juga kian meningkat.

Di toko yang berbeda, tepatnya Toko HR milik H. Rahman. Pasokan gas elpiji ke pangkalannya masih aman saja. Namun tidak setiap hari. Dalam seminggu pihak agen melakukan pengiriman 3 kali dalam seminggu dengan jumlah 100 biji tabung tiap kirim.

Ia mengaku stok itu sebenarnya terbatas, tetapi dirinya tetap memenihi kebutuhan masyarakat yang punya kupon (disediakan toko). Setiap warga yang memiliki kupon akan dilayani, sementara lebihan stok elpiji akan dijual kepada masyarakat umum.

“Satu orang satu kupon warga setempat yang membutuhkan, biar tepat sasaran. Harga Rp 23 ribu sementara yang tidak memiliki kupon kurang lebih Rp 28 ribu,” kata Rahman.

Sementara bagi warga, kelangkaan gas elpiji ini mulai dirasakan beberapa pekan terakhir. Toko-toko kelontong yang biasa menyediakan elpiji 3 kg kadang kehabisan stok elpiji berisi selama 3-5 harian.

“Iya nyarinya agak susah, di toko kecil yang biasanya jual sekarang kosong gas 3 kg. Di pangkalan ya untung-untungan biasanya dapat biasanya kosong,” kata Nazwa. (rdo/cen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.