fbpx

Mahasiswa Papua di Kalimantan Minta Oknum TNI AU Dipecat

mahasiswa papua
Mahasiswa Papua saat foto bersama. Foto:dok. BKMP Se-Kalimantan.

PALANGKA RAYA – Badan Koordinasi Mahasiswa Papua (BKMP) se-Kalimantan, menuntut agar kedua oknum TNI yang bertindak tidak manusiawi dipecat.

Bahkan, kedua oknum tersebut pun diminta utuk dipecat. Karena perbuatan kedua oknum dengan menginjak kepala seorang warga difabel (Steven) sudah sangat keterlaluan.

“Kami minta proses hukumnya atau persidangannya dilakukan secara terbuka, ditampilkan melalui media secara langsung,” tegas Ketua Wilayah Kalimantan Tengah BKMP Se-Kalimantan, Alte Gwijangge, Jumat (1/7/2021).

Selain itu, Alte Gwijangge pun meminta untuk menghentikan rasisme dan diskriminasi kepada orang asli Papua di republik ini.

Menangapi hal yang sama, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR), Beni Siregar, mengatakan kejadian tersebut sangat tidak humanis, ini membuat kemarahan publik dan memicu adanya dugaan diskriminasi terhadap Warga kulit hitam.

Beni  berharap, hal ini dapat diusut tuntas dan kepada pelaku harap ditindak dengan tegas, serta proses hukumnya harus akuntabel sebagai pertanggung jawaban kepada publik.

“Kita semua berharap tidak ada lagi kejadian semacam ini, karena berpotensi memecah belah bangsa, TNI harus mampu jadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Serta merawat Kebhinekaan, terakhir kami berharap ada sikap tegas dari Panglima TNI dalam menanggapi hal ini,

Sementara itu, Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke, Kolonel Pnp Herdy Arief Budiyanto, menyatakan permohonan maafnya kepada korban dan seluruh masyarakat yang merasa terluka atas kejadian tersebut.

BACA JUGA : Mahasiswa Papua di Kalimantan Tolak Pengesahan Otsus Papua Jilid II

“Saya selaku komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke memohon maaf sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi di jalan raya Mandala pada 26 Juni 2021,” tuturnya. Permintaan maaf juga disampaikan kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar prasetyo.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 1.20 detik yang memperlihatkan dua oknum aparat TNI AU menindak salah seorang warga Papua difabel, yang terlibat adu mulut dengan seseorang di sebuah warung. Lalu kemudian terlihat insiden pemitingan dan penginjakan oleh oknum TNI AU tersebut, sampai akhirnya kejadian tersebut menjadi bahan perbincangan hangat di nasional. (cen)

DMCA.com Protection Status