Pasca Serangan Buaya di Sungai Ramban, BKSDA Pasang Tiga Papan Peringatan di Bagendang Tengah

sungai ramban
BKSDA Resort Sampit saat memasang papan peringatan pasca serangan buaya di Sungai Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kabupaten Kotim, pada Minggu (4/5/2025). FOTO: IST

SAMPIT – Serangan buaya kembali terjadi di aliran Sungai Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Menyikapi kejadian tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit langsung turun ke lokasi untuk melakukan observasi pada Minggu (4/5/2025).

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan korban untuk menggali kronologi kejadian serta menyalurkan bantuan biaya pengobatan.

“Hari ini kami ke lokasi yang dilaporkan ada serangan buaya. Kami bertemu dengan korban untuk mengetahui kronologinya sekaligus memberikan bantuan,” kata Muriansyah, Senin (5/5/2025).

Dalam kunjungannya, Muriansyah juga didampingi oleh anggota DPRD Kotim Dapil III, Eddy Mashamy, dan langsung melakukan observasi di lokasi kejadian, tepatnya di belakang rumah korban yang berbatasan langsung dengan Sungai Ramban.

Sebagai langkah awal pencegahan, BKSDA telah memasang tiga titik papan peringatan di sekitar lokasi kejadian. Papan tersebut berisi peringatan kepada warga agar waspada terhadap potensi serangan buaya.

Selain itu, BKSDA juga berencana melakukan upaya penangkapan buaya menggunakan metode pancing atau jerat dalam waktu dekat.

“Kita sedang mempersiapkan alatnya. Kemungkinan beberapa hari ke depan sudah mulai dilakukan upaya penangkapan,” jelasnya.

BKSDA juga mengedukasi warga setempat agar menghindari perilaku yang bisa mengundang kehadiran buaya, seperti memelihara ternak di sekitar sungai, membuang bangkai hewan ke Sungai dan membuang sampah rumah tangga ke Sungai.

“Kebiasaan tersebut dapat menarik kehadiran satwa lain seperti biawak dan monyet, yang merupakan pakan alami buaya,” tegas Muriansyah.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga jarak dari sungai, terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari, demi mencegah terulangnya kejadian serupa. (pri/cen)

BACA JUGA : Sedang Wudhu, Tiba-tiba Tangan Disambar Buaya 4 Meter! Warga Kotim Nyaris Tewas