Bukan Kali Pertama! 2015, 2016, Kini 2026 Kebakaran Kembali Terjadi di Kompleks Kantor Gubernur Kalteng

biro kesra
Kebakaran Gedung Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (12/8/2026) dini hari. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Kebakaran Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (12/8/2026) dini hari, bukan merupakan kali pertama kebakaran terjadi di kawasan pusat pemerintahan provinsi tersebut.

Penelusuran terhadap sejumlah arsip pemberitaan menunjukkan, kebakaran di lingkungan kompleks Kantor Gubernur Kalteng telah beberapa kali terjadi dalam rentang waktu berbeda.

Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah api melalap Gedung Biro Kesra sekitar pukul 02.10 WIB. Api pertama kali terlihat dari lantai dua dan dengan cepat membesar hingga menyebabkan sejumlah ruangan terdampak.

Kebakaran kali ini juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem proteksi kebakaran di kawasan perkantoran pemerintahan tersebut.

Kebakaran 2015

Salah satu kebakaran besar sebelumnya terjadi pada 1 November 2015. Saat itu, api melanda gedung yang digunakan Biro Keuangan dan Biro Perekonomian.

Kebakaran menghanguskan bagian gedung hingga dua lantai. Berdasarkan laporan https://nasional.kompas.com/read/2015/11/02/06210051/Kantor.Gubernur.Kalteng.Terbakar.Berkas.Konsesi.Lahan.Ikut.Hangus, sebelum api diketahui, sempat terjadi pemadaman listrik dan listrik kembali menyala. Tidak lama kemudian, asap terlihat dari bagian dalam gedung.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian serius karena gedung digunakan untuk aktivitas pemerintahan dan menyimpan berbagai dokumen.

Pemerintah Provinsi Kalteng selanjutnya melakukan pembahasan mengenai perbaikan gedung yang terdampak kebakaran.

Kebakaran Kembali Terjadi pada 2016

Belum lama setelah kebakaran besar tersebut, pemberitaan pada 2016 seperti dikutip dari https://www.tribunnews.com/video/2016/08/30/kantor-biro-humas-dan-protokol-setda-kalimantan-tengah-dilanda-kebakaran-pegawai-tunggang-langgang, kembali mencatat adanya kebakaran di lingkungan Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (30/8/2016) pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri karena terjadi tidak lama setelah kebakaran 2015.

Kini Biro Kesra Terbakar

Setelah beberapa tahun berlalu, kebakaran kembali terjadi pada 2026. Gedung Biro Kesra Setda Kalteng terbakar pada Rabu dini hari. Kobaran api pertama kali terlihat dari lantai dua sekitar pukul 02.10 WIB.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan sejumlah unit pemadam kebakaran. Sejumlah bagian gedung dilaporkan terdampak.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Aparat melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui titik awal dan penyebab munculnya api.

Di tengah proses penyelidikan tersebut, muncul perhatian lain terkait fasilitas proteksi kebakaran di kompleks Kantor Gubernur Kalteng.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyoroti kondisi fasilitas hydrant di kawasan tersebut. Sejumlah hydrant disebut tidak berfungsi saat dibutuhkan dalam proses penanganan kebakaran. Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

Agustiar juga meminta seluruh perangkat daerah menjadikan kebakaran Gedung Biro Kesra sebagai bahan evaluasi, khususnya terkait kesiapan sistem proteksi kebakaran.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sebelum musibah terjadi. Sistem keamanan, sarana pemadam, hingga fasilitas pendukung harus dipastikan dalam kondisi siap.

“Benar-benar jadi pembelajaran kita. Karena semua kantor harus menempatkan dan menyiapkan seperti ini, harus diantisipasi sebelumnya,” katanya.

Perlu Audit Sistem Proteksi Kebakaran

Kebakaran berulang di lingkungan kompleks Kantor Gubernur Kalteng tentu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kelalaian pihak tertentu. Terlebih, penyebab kebakaran Gedung Biro Kesra 2026 masih dalam proses penyelidikan.

Namun, rentetan kejadian tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan seluruh bangunan di kawasan tersebut.

Evaluasi tidak hanya menyangkut hydrant, tetapi juga alat pemadam api ringan (APAR), alarm kebakaran, pompa pemadam, sumber air, akses mobil pemadam, hingga instalasi listrik.

Hal lain yang penting ditelusuri adalah bagaimana pemeliharaan fasilitas tersebut dilakukan secara berkala.

Apakah seluruh hydrant secara rutin diperiksa? Kapan terakhir sistem proteksi kebakaran diuji? Apakah instalasi listrik pada gedung-gedung lama telah menjalani pemeriksaan kelayakan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk memastikan fasilitas keselamatan tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar dapat digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

Jangan Tunggu Kebakaran Berikutnya

Kompleks Kantor Gubernur Kalteng merupakan pusat aktivitas pemerintahan provinsi. Berbagai biro dan perangkat daerah menjalankan aktivitas pelayanan dan administrasi pemerintahan di kawasan tersebut.

Karena itu, sistem keamanan dan keselamatan bangunan menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian.

Kebakaran Gedung Biro Kesra dapat menjadi momentum untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh gedung di kompleks Kantor Gubernur, termasuk bangunan yang tidak terdampak.

Langkah tersebut bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan kejadian serupa dapat dicegah.

Jika hasil penyelidikan nantinya menemukan faktor kelistrikan sebagai penyebab, maka sistem instalasi dan pemeliharaan listrik perlu menjadi perhatian.

Sebaliknya, jika penyebabnya berasal dari faktor lain, sistem pencegahan dan penanganan kebakaran tetap perlu dievaluasi. (cen)

BACA JUGA : Dini Hari! Kantor Biro Kesra Pemprov Kalteng Terbakar, Api Diduga Muncul dari Lantai Dua

BACA JUGA : Gedung Biro Kesra Terbakar, Gubernur: Pelayanan Berjalan, Masa Bakal Tidur Saja!

BACA JUGA : Kebakaran Biro Kesra Kalteng Terjadi Jelang Agenda KPK, Ada Kaitan?