PALANGKA RAYA – Aksi damai Gerakan Mahasiswa Anak Buruh Kalimantan Tengah (Kalteng) di depan Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/5/2026), sempat memanas setelah terjadi adu dorong antara massa aksi dan petugas keamanan.
Beruntung, situasi cepat mereda dan tidak berkembang menjadi bentrokan. Ketegangan justru mencair saat Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, turun langsung menemui massa aksi.
Tanpa pengawalan ketat, Agustiar memilih duduk di atas rumput bersama mahasiswa sambil mendengarkan langsung tuntutan yang mereka sampaikan terkait persoalan buruh di Kalteng.
Momen tersebut langsung menyita perhatian peserta aksi. Dialog berlangsung terbuka di halaman Kantor Gubernur Kalteng dengan mahasiswa bergantian menyampaikan kritik dan aspirasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti masih lemahnya pengawasan ketenagakerjaan di sektor sawit dan pertambangan. Massa juga menilai kesejahteraan buruh di Kalteng masih jauh dari harapan.
Selain itu, massa aksi mendesak pemerintah meningkatkan perlindungan terhadap pekerja rentan serta memberikan kepastian hukum bagi para buruh.
Beberapa tuntutan utama yang disampaikan antara lain peningkatan pengawasan ketenagakerjaan di sektor sawit dan tambang, subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, penguatan pendidikan vokasi berbasis industri, hingga kewajiban perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Menanggapi tuntutan tersebut, Agustiar menegaskan pemerintah daerah akan memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa sesuai aturan yang berlaku.
“Apa yang mereka sampaikan terkait kepastian hukum, kesejahteraan dan lainnya itu sangat wajar. Kita akan tindak lanjuti tentunya sesuai regulasi di Indonesia. Pokoknya kita atensi dan kita sama-sama lakukan tindakan,” tegas Agustiar.
Sementara itu, Koordinator Aksi, Satria Bintang, menegaskan perjuangan mahasiswa anak buruh belum selesai meski tuntutan telah disampaikan langsung kepada gubernur.
Menurutnya, mahasiswa akan terus mengawal janji pemerintah agar benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret.
“Perjuangan belum berakhir. Kami ingin apa yang sudah kami sampaikan benar-benar direalisasikan. Kami akan puas jika tuntutan terkait kesejahteraan buruh benar-benar dipenuhi,” tandasnya. (*/cen)



