fbpx

Puluhan Ribu Hektare Hutan Desa Direstorasi oleh Warga di Katingan

hutan desa
Salah satu desa di Kabupaten Katingan, masyarakatnya telah mendapat izin hutan desa seluas lebih dari 10 ribu hektare yang dikelola secara mandiri dan belasan ribu hektare lain sedang dalam proses perizinan. Foto: humas untuk prokalteng.

JAKARTA – Kesadaran masyarakat yang tinggi mengenai pentingnya menjaga dan  memanfaatkan hutan secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, tercermin dari semakin banyaknya desa yang  ingin mengimplementasikan program perhutanan sosial  di areal sekitar mereka. Khususnya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah,  telah diberikan izin Hutan Desa seluas lebih dari 10 ribu hektare lahan yang dikelola oleh masyarakat, dan belasan ribu hektare lain sedang dalam proses perizinan. Sebagian besar desa yang berkomitmen untuk mengimplementasikan perhutanan sosial di Kalimantan Tengah merupakan mitra PT Rimba Makmur Utama melalui inisiatif restorasi ekosistem – Katingan Mentaya Project (KMP).

Salah satu desa  pemegang Hak Pengelola Hutan Desa  (HPHD) dari KLHK adalah Desa Tampelas seluas 6.303 hektare.  HPHD Tampleas diberikan izin sejak Desember 2019 melalui melalui SK. 10381/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2019. Uniknya banyak warga Desa Tampelas sebelumnya berprofesi sebagai penebang liar.

“Selama puluhan tahun, warga Tampelas menggantungkan hidupnya dari menebang kayu di hutan. Kegiatan yang awalnya  tidak bersifat eksploitatif ini kemudian menjadi eksploitatif dan cenderung merusak, karena pohon-pohon yang berusia relatif muda pun ikut ditebang, akibat maraknya kehadiran bansau atau empat pemotongan kayu di awal tahun 2000. Dengan diperketatnya pengawasan dan penindakan oleh pemerintah terhadap illegal logging, akhirnya warga  banyak yang beralih menjadi petani dan nelayan tangkap, namun sering mengalami kesulitan karena cuaca yang tidak menentu,” kata Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Tampelas, Sumber, Kamis (15/09/2022).

Tantangan inilah yang menjadi salah satu titik balik timbulnya kesadaran warga akan pentingnya merestorasi dan menjaga kelestarian alam, khususnya ekosistem hutan, untuk  mendapatkan manfaat ekonomi guna meningkatkan pendapatan.

“Inilah dasar dari komitmen kami di Tampelas untuk melestarikan hutan di sekeliling desa kami melalui program Perhutanan Sosial yang dicetuskan oleh Pemerintah melalui KLHK. Dalam proses perolehan perizinan, kami mendapat dukungan penuh dan fasilitasi dari PT Rimba Makmur Utama,” kata Sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.