PULANG PISAU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang Pisau pada 2022 akan melaksanakan program budidaya Lebah Madu Kelulut di dua kecamatan. Dalam hal ini, Kecamatan Kahayan Hilir dan Jabiren Raya.
Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, DLH Kabupaten Pulang Pisau pun telah melaksanakan kaji banding ke Budi Daya Madu Kelulut dibawah naungan Koperasi Madu Permata Sejati Tanah Laut Kalimantan Selatan.
PLT Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang Pisau Ir Juman melalui Kabid Tata Lingkungan, Restu saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan, bahwa pada tahun ini Pemkab Pulang Pisau melalui DLH akan melaksanakan program budidaya lebah madu Kelulut di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kahayan Hilir dan Jabiren Raya.
“Program lebah Madu Kelulut ini merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Kabupaten Pulang Pisau ke Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Restu, Senin (6/6).
Dia mengatakan bahwa sebenarnya aspirasi masyarakat budidaya lebah madu Kelulut ini sudah disampaikan sejak 2 tahun lalu. Namun, lanjut Restu, pada tahun ini baru akan dilaksanakan karena sebelumnya pandemi covid-19 sehingga program tersebut tertunda pelaksanaannya.
“Jadi, aspirasi budidaya lebah madu Kelulut ini sudah disampaikan sejak 2 tahun lalu. Karena suasana pandemi Covid-19, jadi program baru bisa dilaksanakan tahun ini,” ucap Restu.
Untuk memperkuat program tersebut, lanjut Restu, Tim dari DLH telah berkunjung ke Tanah Laut untuk melakukan kaji banding budidaya lebah madu Kelulut. Di Kabupaten Tanah Laut kata Restu, pengelolaan budidaya lebah madu Kelulut sudah sangat maju, dimana kelompok-kelompok budidaya Madu Kelulut dibawah naungan koperasi, sehingga dari mulai budidaya sampai dengan pemasangan madu tersebut sudah sangat berhasil.
“Dari hasil kaji banding budidaya lebah madu Kelulut di Kabupaten Tanah Laut ini akan kita terapkan di Kabupaten Pulang Pisau, yakni di Kecamatan Kahayan Hilir dan Jabiren Raya, ” kata Restu.
Dia menambahkan dipilihnya budidaya lebah madu Kelulut, karena ini yang paling mudah untuk budidaya di Kabupaten Pulang Pisau. Jika budidaya lebah madu Kelulut tahap pertama ini berhasil, maka kedepan akan kita kembangkan dengan menggandeng stakeholder yang lebih luas.
“Lebah Madu Kelulut ini sangat cocok di budidayakan di Pulang Pisau. Maka itu, kami optimistis, bahwa budidaya madu Kelulut ini akan berhasil dengan baik,” pungkasnya. (ung/abe)



