PURUK CAHU – Untuk menjaga kelestarian budaya, terutama bagi kalangan milenial, sebagai wujud identitas kebudayaan Suku Dayak di Kalteng, khususnya di Kabupaten Murung Raya (Mura).
Kedepan lokasi sekitar bangunan Lopo Betang ini dijelaskan, Bupati Murung Raya Drs Perdie M Yoseph MA sebagai lokasi perluasan kota, di mana beberapa sarana prasarana pemerintah daerah dan lembaga pemerintahan lainnya sedang dalam proses pembangunan.
“Khusus untuk rencana pembangunan monumen budaya ini, pemerintah daerah telah menyiapkan sedikitnya 10 hektare dan pembangunannya dilaksanakan bertahap dari tahun 2022 hingga 2023 mendatang,” kata Perdie saat dibincangi wartawan, Senin (4/4/2022).
Rencananya Lopo Betang ini merupakan simbol budaya adat Dayak yang terbesar dan terunik di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Harapan kita Murung Raya akan menjadi salah satu lokasi tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara. Yang tentu berdampak kepada peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor wisata,” pungkasnya. (udi/abe)



