PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau (Pulpis) menegaskan, komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulpis dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Pulpis, Ahmad Rifa’i dalam Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Kalteng yang dipimpin Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Pulpis, H Ahmad Rifa’i memberikan apresiasi dukungan intensif Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, jajaran TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten serta unsur kehutanan yang bahu-membahu di lapangan.
Menurutnya, kerja bersama tersebut terbukti efektif dalam memadamkan dan mengendalikan ancaman karhutla di Pulpis, khususnya kawasan rawan di Desa Tumbang Nusa.
“Penanganan karhutla memerlukan sinergi seluruh pihak karena tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Tidak ada Superman, yang ada adalah Super Team,” ujar Ahmad Rifa’i menekankan pentingnya kolaborasi.
Menanggapi keberhasilan penanganan di lapangan, Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, mendorong Pemkab Pulpis untuk segera menyusun skema antisipasi jangka panjang guna menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2027 mendatang.
“Kami dari BNPB meminta daerah mengusulkan pembangunan titik-titik ketersediaan air, seperti sumur bor dan embung di lokasi rawan bencana. Penyediaan sarana infrastruktur air sejak dini dinilai menjadi kunci utama agar percepatan penanganan pemadaman darat dapat berjalan lebih efektif dan responsif di masa mendatang,” pungkasnya. (ung/abe)


