Api Mengintai Lahan Gambut Kalteng, TNI Pasang 40 Sumur Bor sebagai Benteng Air

sumur
Personel Kodam XXII/Tambun Bungai memasang sejumlah sumur bor di wilayah yang dinilai rawan kebakaran lahan, sebagai langkah mempercepat penanganan titik api sekaligus membasahi lahan gambut yang rawan terbakar. Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, turun langsung dalam pembuatan sumur bor tersebut. Foto: Cen

PALANGKA RAYA – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperkuat. Personel Kodam XXII/Tambun Bungai memasang sejumlah sumur bor di wilayah yang dinilai rawan kebakaran lahan, sebagai langkah mempercepat penanganan titik api sekaligus membasahi lahan gambut yang rawan terbakar.

Pemasangan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya memaksimalkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) yang didrop pemerintah pusat untuk mendukung penanggulangan karhutla di Kalteng.

Langkah tersebut dilakukan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kota Palangka Raya. Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin langsung memerintahkan jajarannya untuk memperkuat penanganan karhutla, salah satunya melalui pemasangan sumur bor di kawasan rawan kebakaran.

Selain dukungan helikopter untuk operasi water bombing, pemerintah pusat juga memberikan bantuan sarpras berupa sumur bor untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air di lokasi-lokasi rawan karhutla.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Kameloh, Kota Palangka Raya. Pemasangan sumur bor juga dilakukan di sejumlah titik rawan lainnya di dalam Kota Palangka Raya.

Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memasang sekitar 40 sumur bor di wilayah Kameloh Baru hingga perbatasan Kabupaten Pulang Pisau.

Menurutnya, keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air untuk membasahi lahan gambut sekaligus membantu mencegah api berkembang dan meluas.

“Untuk satu sumur bor, estimasi sumber airnya dapat digunakan untuk membasahi lahan gambut sekitar 100 meter persegi dengan durasi lebih dari tiga jam,” ujarnya saat diwawancara di lokasi karhutla wilayah hukumnya, Kamis (27/08/2026).

Pemasangan sumur bor di wilayah rawan karhutla dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan perkembangan titik api yang terus bermunculan di Kalteng.

Terlebih, kondisi musim kemarau dan kekeringan menyebabkan sumber air di sejumlah kawasan semakin terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan ketika melakukan pemadaman maupun upaya pendinginan lahan.

Bantuan sumur bor dari pemerintah pusat diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menyediakan sumber air alternatif di kawasan rawan karhutla.

TNI juga menegaskan komitmennya untuk terus membantu pemerintah dalam menghadapi bencana yang kerap terjadi ketika siklus kemarau panjang melanda Kalteng.

Dengan memperkuat sarana pemadaman dari darat, dukungan personel, hingga operasi water bombing dari udara, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan kabut asap dapat ditekan. (cen)