Dalam Sehari 10 Kejadian Kebakaran Hanguskan Lahan 11,45 Hektare

Dalam Sehari
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi saat melakukan pemantauan ke lokasi kebakaran lahan. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya kian mengkhawatirkan. Hanya dalam sehari, Sabtu (25/7/2026), tercatat 10 kejadian karhutla dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 11,45 hektare.

Sebagian titik api berhasil dipadamkan, namun sejumlah lokasi besar masih terus menyala, sehingga petugas gabungan harus berjibaku hingga malam.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Heri Fauzi.

BPBD Palangka Raya mencatat sebaran kebakaran terjadi di lima wilayah kelurahan, yakni Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Kalampangan, Bereng Bengkel dan Tangkiling. Seluruh titik langsung ditangani Tim Satgas Gabungan melalui operasi pemadaman darat dan pembasahan.

“Hingga Sabtu malam, personel di lapangan terus bekerja keras melakukan penanganan pemadaman dan pembasahan. Dari total 10 lokasi kejadian, beberapa titik telah berhasil kita padamkan dan masuk tahap pemantauan, sementara beberapa titik utama lainnya masih memerlukan upaya pemadaman intensif, karena luasan lahan serta kondisi medan,” ucapnya, Minggu (26/7/2026).

Lokasi terluas berada di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 13, tepatnya Jalan Robetson Desei. Di kawasan tersebut, luasan lahan yang terbakar bertambah hingga 8,50 hektare. Operasi pemadaman dilakukan secara simultan karena api masih berpotensi meluas di lahan gambut yang kering.

Selain itu, kebakaran juga masih ditangani di Jalan Yos Sudarso Lanjutan, Kelurahan Bukit Tunggal, dengan luasan sekitar 2,32 hektare. Sementara di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Kalampangan, tepatnya di belakang SPBE, api menghanguskan sekitar 0,50 hektare dan masih dalam proses pemadaman.

Tim gabungan juga melanjutkan penanganan di kawasan Jalan Tabat Kalsa dan Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal. Kedua lokasi tersebut menjadi prioritas karena masih ditemukan titik bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak dilakukan pembasahan secara menyeluruh.

Di sisi lain, sejumlah titik berhasil dinyatakan padam, di antaranya Jalan Yos Sudarso 18 Gang Depung 4, Kelurahan Palangka, seluas 0,13 hektare dan Gang Sirih, Batu Banama, Kelurahan Tangkiling, seluas 0,02 hektare. Beberapa lokasi lain seperti Jalan Damang Gustaf Erang, Jalan Karanggan belakang Pesantren Hasanka dan Jalan Edison Massal juga telah memasuki tahap pemantauan.

Namun, pada minggu siang terpantau ada titik api baru yang mulai membesar di belakang Kantor Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau.

Meski luasan lahan yang terbakar cukup besar, BPBD memastikan seluruh kejadian tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kebakaran juga tidak sampai mengganggu aktivitas sekolah, pelayanan kesehatan, fasilitas pengungsian maupun jaringan komunikasi publik di Palangka Raya.

“Kita mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Memasuki puncak musim kemarau, patroli di kawasan rawan akan terus ditingkatkan bersamaan dengan penguatan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan setiap kemunculan titik api dan mencegah karhutla semakin meluas,” imbuhnya. (ter/abe)