PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya membagikan 50 kotak masker kepada pengendara yang melintasi Bundaran Besar, sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan, pembagian masker dilakukan, karena kondisi asap di sekitar Bundaran Besar pada Selasa pagi ini terlihat cukup pekat.
“Kami dari Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan membagikan masker untuk yang melewati bundaran,” ujar Riduan, Selasa (18/8/2026).
Riduan menyebut pembagian masker akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan lokasi yang berpindah-pindah. Setelah Bundaran Besar, pembagian masker juga direncanakan dilakukan di sejumlah bundaran lainnya.
“Lokasinya akan kita pindah-pindah. Hari ini pagi kita melaksanakan di Bundaran Burung. Mungkin nanti sore di Bundaran Kecil akan kita bagikan,” katanya.
Menurut Riduan, terdapat tiga kelompok yang menjadi prioritas dalam upaya perlindungan dari paparan asap, yakni anak sekolah tingkat SD, SMP dan SMA, ibu hamil serta lanjut usia (lansia).
Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas kesehatan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Riduan mengatakan kabut asap dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta memperburuk kondisi penderita asma.
“Yang jelas asap biasanya ISPA. Yang kedua, mereka yang asma mungkin kambuh. Bagi penderita asma, segera mungkin berobat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi warga yang mengalami sesak napas, Dinkes telah menyiapkan ruang oksigen di fasilitas kesehatan sebanyak lima tabung oksigen disiapkan dan dapat digunakan warga secara gratis.
Sementara itu, hingga kini belum ada laporan warga meninggal dunia akibat dampak kabut asap. Kasus yang ditemukan sejauh ini disebut masih didominasi ISPA ringan.
Riduan berharap, hujan segera turun, sehingga kondisi kabut asap dapat berkurang.
“Saya pun mengimbau, kepada masyarakat agar tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” imbuhnya. (ifa/abe)



