PALANGKA RAYA – Kepulan asap hitam membubung tinggi, disusul jilatan api yang mengamuk di tengah pemukiman padat Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026).
Dalam hitungan waktu, kobaran api melahap sejumlah rumah warga dan turut berdampak pada sebuah bangunan sekolah, sehari menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, Pihak Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pendataan, sekaligus berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Ini memang kita mendengar ada kebakaran di daerah Gang Sari. Saat ini dinas terkait sedang meninjau ke sana untuk melihat seperti apa kondisinya. Kemudian akan berkoordinasi dengan aparat untuk memastikan penyebab kebakaran,” ujar Achmad Zaini.
Ia menambahkan, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, dijadwalkan meninjau langsung lokasi kebakaran guna melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan langkah penanganan yang diperlukan. “Pak Wali rencananya yang akan meninjau ke sana,” katanya.
Selain kerugian yang dialami warga, pemerintah juga memberi perhatian terhadap dampak kebakaran terhadap dunia pendidikan. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (13/7/2026).
“Kita tentu sangat prihatin. Besok sudah mulai tahun ajaran baru, seharusnya seluruh sekolah sudah mempersiapkan kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.
Menurut Achmad Zaini, Pemko melalui Dinas Pendidikan akan segera berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski bangunan sekolah terdampak.
“Nanti Dinas Pendidikan akan mendiskusikan dan mencarikan solusi bersama pihak sekolah. Apakah sementara siswa akan dititipkan ke ruang lain atau kelas digabung, kita lihat dulu kondisi di lapangan seperti apa,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring Kota Palangka Raya yang telah memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca semakin kering.
“Curah hujan sudah sangat berkurang, kondisi cuaca dan kelembapan juga semakin kering. Karena itu kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran harus dihindari, baik kebakaran lahan maupun kebakaran di kawasan permukiman,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi maupun peralatan listrik di rumah.
“Hati-hati menggunakan peralatan listrik yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Tolong cek dan recheck sebelum meninggalkan rumah,” pungkasnya. (ifa/abe)



