Rekam Jejak Akademik hingga Asesor Nasional Perkuat Peluang Prof Bhayu Rhama Pimpin UPR

upr
Prof Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D salah satu figur yang diperhitungkan dalam proses pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030. Foto: Bambang

PALANGKA RAYA – Nama Prof Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam proses pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030. Rekam jejak akademik, pengalaman kepemimpinan, serta kiprah profesional yang dimilikinya dinilai menjadi modal kuat untuk membawa perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut semakin unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan akademik Prof Bhayu menunjukkan konsistensi dalam meningkatkan kapasitas keilmuan. Pada 2011, ia berhasil memperoleh beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, salah satu program beasiswa bergengsi yang telah melahirkan banyak akademisi dan pemimpin di berbagai bidang.

Komitmen terhadap pengembangan pendidikan tinggi juga tercermin dari kiprahnya di lingkungan Universitas Palangka Raya. Saat ini, Prof Bhayu dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR periode 2023–2027.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fakultas.

Selain aktif di lingkungan kampus, Prof Bhayu juga memiliki pengalaman organisasi yang luas. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muda Provinsi Kalteng selama dua periode hingga tahun 2023. Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam membangun jejaring, kolaborasi, dan kepemimpinan lintas sektor.

Di bidang profesional, Prof Bhayu dipercaya menjadi asesor pada sejumlah lembaga nasional. Ia tercatat sebagai asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), serta asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pariwisata (LAMBA).

Tak hanya itu, kepercayaan sebagai reviewer beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI menjadi bukti pengakuan terhadap kompetensi dan integritas akademiknya di tingkat nasional.

Produktivitas akademiknya juga tergolong tinggi. Hingga kini, Prof Bhayu telah menghasilkan lebih dari 30 publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1 dan Q2. Ia juga berhasil memperoleh berbagai hibah penelitian nasional dari Kemendikbudristek serta menghasilkan sejumlah buku ajar dan monograf yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Kombinasi pengalaman sebagai akademisi, peneliti, pimpinan fakultas, organisatoris, dan profesional di berbagai lembaga nasional menjadi salah satu kekuatan yang dinilai dimiliki Prof Bhayu dalam menghadapi tantangan kepemimpinan Universitas Palangka Raya ke depan.

Dalam pencalonannya sebagai Rektor UPR periode 2026–2030, Prof Bhayu mengusung visi “UPR Berbakat dan Bereputasi”, yakni mewujudkan Universitas Palangka Raya sebagai perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

“Visi yang saya usung adalah UPR Berbakat dan Bereputasi, yaitu mewujudkan Universitas Palangka Raya sebagai perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof Bhayu dikutip dari kalteng.co

Dengan rekam jejak yang telah dibangun selama bertahun-tahun, Prof Bhayu Rhama hadir sebagai salah satu kandidat yang menawarkan perpaduan pengalaman akademik, kepemimpinan, serta jejaring profesional untuk membawa Universitas Palangka Raya menuju kampus yang semakin unggul, inovatif, dan kompetitif di era global. (cen)