Pawai Adat Melayu Warnai Takbiran Keliling Hari Raya Idul Adha

Pawai Adat
Bupati Lamandau, Risky Aditya Putra saat melepas Mobil Hias peserta Pawai Takbiran di Jalan Protokol Nanga Bulik, Selasa (26/5/2026) malam. Foto: Han/Kalteng Oke

NANGA BULIK – Rombongan kendaraan mobil hias dan motor adat Melayu Kabupaten Lamandau warnai kemeriahan peserta Pawai di kawasan Jalan Protokol Nanga Bulik, Selasa (26/5/2026) malam.

Di tengah keramaian itu, Bupati Lamandau, Risky Aditya Putra mengajak, masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial.

Menurutnya, nilai terbesar dari hari raya kurban bukan hanya soal penyembelihan hewan, tetapi bagaimana masyarakat saling berbagi dan peduli tanpa memandang latar belakang.

“Hari Raya Idul Adha menjadikan momentum indah memperkuat kepedulian, berbagi dalam kebersamaan tanpa memandang suku, agama, bangsa dan status ekonomi,” kata Bupati di hadapan masyarakat yang memadati Halaman Masjid Baiturahman Kota Nanga Bulik.

Ia menegaskan, ukuran kemajuan daerah bukan hanya dilihat dari kekayaan alam atau pembangunan fisik, tetapi juga dari sikap masyarakat yang saling menghormati dan menjaga persaudaraan.

Suasana malam takbiran pun terasa semakin hidup ketika iring-iringan kendaraan peserta pawai bersahutan sepanjang rute pawai, memancing sorak warga yang memenuhi tepi jalan.

Anak-anak tampak antusias melambaikan tangan, sementara para orang tua menikmati suasana malam sambil duduk santai di sekitar Ruas Jalan Kota Nanga Bulik.

Pawai yang diikuti puluhan peserta itu memeriahkan malam Idul Adha 1447 Hijriah, sekaligus menjadi simbol kebersamaan masyarakat Kabupaten Lamandau.

Malam itu, Idul Adha di Kota Nanga Bulik terasa bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi ruang berkumpulnya ribuan orang dalam suasana hangat penuh kebersamaan.

Di tengah malam yang dipenuhi gema takbir itu, pesan tersebut terasa sederhana, namun dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, bahwa Idul Adha bukan hanya tentang perayaan, melainkan tentang bagaimana manusia tetap saling menjaga satu sama lain. (han/abe)