PALANGKA RAYA – Memasuki pekan kedua Ramadan, Pemerintah Kota Palangka Raya mulai memperkuat pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa periode Ramadan hingga Lebaran identik dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Permintaan sejumlah komoditas, seperti ayam ras dan daging sapi, diprediksi mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan ke depan.
Menurutnya, pemerintah kota telah mengantisipasi potensi gejolak harga dengan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar serta stok tersedia di pasaran. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan pangan.
“Menjelang Lebaran biasanya permintaan meningkat. Karena itu, kami mulai menata dan mempersiapkan ketersediaan kebutuhan tersebut agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang memberatkan masyarakat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Selain aspek ekonomi, Pemko juga tetap memperhatikan kelancaran aktivitas warga. Meski Palangka Raya bukan jalur utama arus mudik lintas provinsi, pergerakan masyarakat di dalam kota diperkirakan meningkat, terutama menjelang puncak Lebaran.
Koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah tetap dilakukan apabila ditemukan kerusakan jalan pada ruas yang menjadi kewenangan pusat atau provinsi. Namun, fokus utama pemerintah kota tetap pada perbaikan infrastruktur jalan dalam wilayah Kota Palangka Raya.
Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan setempat juga akan melaksanakan ramp check untuk memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi laik jalan dan aman digunakan masyarakat selama Ramadan dan masa mudik.
Fairid menekankan bahwa menjaga kondusivitas kota merupakan tanggung jawab bersama, mencakup stabilitas ekonomi, kelancaran transportasi, pelayanan publik, hingga keamanan lingkungan.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalani Ramadan sampai Lebaran dengan tenang, tanpa ada gangguan aktivitas maupun persoalan kebutuhan pokok,” tutupnya. (ifa/cen)



