Rapat Tepra Dilaksanakan untuk Membahas Realisasi DAK Minim 

Rapat Tepra
Asisten II Setda Gumas Richard FL didampingi Kabag Ekobang Benny Mambang dan Kepala Bapeda Edison saat memimpin rapat tepra di aula lantai I kantor bupati setempat, Senin (6/6/2022). Foto: Sepanya

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama dinas dan badan terkait yang ada di wilayah kabupaten setempat, menggelar rapat tim evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran (Tepra). Yang mana, realisasi dari pendapatan asli daerah (PAD) sendiri sudah mencapai 41,68 persen.

“Kita bersama-sama hari ini melaksanakan rapat Tepra posisi 31 Mei 2022, kita review dulu, baik dari Bapenda Gumas mengenai PAD kita sudah terealisasi 41,68 persen, transfer ada di bawah sekitar 37, 24 persen. Kalau kita liat disini untuk realisasi masih rendah untuk DAK fisik ada Rp 104 miliar lebih, realisasinya masih 0 persen,” ucap Sekda Gumas Yansiterson melalui Assisten II Richard FL, Senin (6/6).

Ini juga kata dia meminta, kepada dinas serta badan terkait agar pada tanggal (3/6) lalu sudah dilakukan rapat. Yang mana, juga diundang beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang banyak menangani DAK Fisik, sehingga ada arahan bagi OPD agar dalam penanganannya ada percepatan-percepatan yang harus direalisasi.

“Di Disdikpora ini harus dibentuk tim percepatan yang memang dari OPD yang memaparkan pada saat itu. Ada beberapa paket pekerjaan terkait DAK yang memang ini harus dipercepat. Sebab didalam Tepra ini ada empat poin saja pertama PAD ini sudah separoh perjalanan APBD Kita,” ujarnya.

Selain itu tambahnya, bagai mana percepatan pelaksanaan kegiatan-kegiatan strategis yang ada, yang sifatnya fisik dan non fisik, pertama itu di DAK dan sampai sekarang itu belum ada terealisasi. Sehingga dalam penyerapannya tersendat-sendat. Kemudian untuk dana desa (DD), yang juga harus diperhatikan.

“Juga untuk DD harus dipercepat, sehingga segera mungkin dilaksanakan. Dan yang keempatnya penanganan Covid-19, namun karena sekarang ini sudah melandai dan mudahan ini dari pandemi menjadi endemi, maka itu tidak terpengaruh untuk penyerapan anggaran yang ada,” imbuh Richard. (nya/abe)