Dewan Minta Panitia Pilkades Harus Utamakan Netralitas

Dewan Minta Panitia
Anggota DPRD Gumas Polie L Mihing saat bersama dengan staf sekretariat dewan di kantor DPRD setempat, Senin (6/6/2022). Foto: Sepanya

KUALA KURUN – Saat ini, di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sekitar 41 desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak di gelombang pertama tahun 2022. Untuk itu, Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas mengharapkan panitia kegiatan Pilkades itu, supaya mengutamakan netralitas.

Anggota DPRD Kabupaten Gumas Polie L Mihing mengharapkan, dengan para panitia pilkades, baik yang ada di kabupaten, kecamatan dan desa agar selalu junjung tinggi sikap netralitas. Karena di dalam pelaksanaan itu nanti harus sesuai dengan aturan yang ada.

“Untuk panitia Pilkades itu, kami menyarankan agar tidak ada keberpihakan kepada salah satu calon kandidat. Mereka itu harus netralitas atau indipenden, kalau tidak independen, maka aturan itu tidak berlaku secara maksimal,” ucap Polie L Mihing, Senin (6/6/2022).

Sebab, lanjut politisi dari Partai Hanura ini menyebutkan, mereka panitia harus menjalankan tugas tersebut sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Sehingga menjalankan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. Sehingga, para calon kontestan nantinya merasa puas didalam pelayanan oleh panitia.

“Yang perlu juga panitia harus mencermati aturan dan sesudah itu mencermati syarat-syarat daripada calon yang memang bersih, seperti dari KKN hingga bersih dari narkoba. Maka ini bisa mendapatkan calon yang kredible,” terang dia.

Ditambahkannya pula, jika semua syarat itu sudah bisa dilewati dan terpilih, maka itu merupakan amanah dari masyarakat. Jadi panitia juga pada prinsifnya harus berlaku adil untuk para calon. Selain itu, kalau ada kelemahan dari calon terkait administrasi, maka itu harus dibantu.

“Kalau calon yang ada lemah disisi administrasi juga. Apabila bisa panitia kami mohon itu tolong dibantu untuk jika memang tidak melanggar aturan, karena mengenai waktu biasanya mereka agak terlambat ini juga harus disosialisasikan terlebih dahulu,” pungkas Polie. (nya/abe)