NANGA BULIK – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra memimpin langsung Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bersama Perusahaan Besar Swasta (PBS) se-Kabupaten Lamandau, di Aula Sekretariat Daerah Lamandau kemarin.
Rapat yang difasilitasi oleh Bagian Perekonomian Setda Lamandau tersebut dihadiri seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Lamandau,Ketua DPRD Lamandau Heri Anto Dandim Lamandau Letkol Arm. Ady Kurniawan M.han, Sekda Lamandau M. Irwansyah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, para Camat, serta unsur Forkopimda.
Dalam arahannya, Bupati Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa dalam kondisi bencana Karhutla dan kekeringan seperti saat ini, Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari semua elemen, terutama perusahaan sawit sebagai bagian dari ketahanan daerah.
“Kemarin, kita panggil seluruh perusahaan kelapa sawit yang ada di Lamandau. Kita kumpulkan semua supaya ikut membantu penanganan bencana Karhutla dan kekeringan sampai tingkat desa. Karena memang dalam kondisi bencana seperti sekarang ini, Pemda tidak bisa sendiri,” tegas Bupati Rizky.
Sesuai kesepakatan dalam rapat, keterlibatan perusahaan dibagi dalam beberapa cluster sesuai kecamatan.* Setiap perusahaan bertanggung jawab membantu wilayah clusternya masing-masing, baik untuk pasokan air bersih maupun penanganan Karhutla.
“Silakan Pemdes berkoordinasi dengan Camat apabila ada warga desanya yang membutuhkan pasokan air bersih maupun penanganan Karhutla. Nanti Camat yang akan menghubungkan dengan perusahaan di cluster masing-masing,” jelas bupati.
Bupati juga menyampaikan peringatan dari BMKG Pusat bahwa awal musim hujan tahun ini datang lebih lambat atau mundur dibanding tahun-tahun sebelumnya dan diperkirakan baru jatuh pada awal November 2026.
“Oleh karena itu, kurang lebih Lima (5) minggu ke depan kita masih akan berjibaku dengan ancaman bencana Karhutla, kabut asap dan kekeringan. Saya minta semua siaga, jangan lengah,” tutupnya.
Rapat diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama PBS untuk penanganan Karhutla di Kabupaten Lamandau. (han/abe)



