MUARA TEWEH – Kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, mendorong Anggota DPRD Barito Utara, Hj. Netty Herawati, mengimbau para pelajar agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara itu mengatakan, kondisi udara di wilayah setempat mulai terganggu akibat kabut asap. Jarak pandang juga dilaporkan berkurang.
“Kita saat ini tidak lagi bisa menghirup udara yang bersih, jarak pandang juga tidak terlalu jauh karena diakibatkan kabut,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Netty, penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel dari kabut asap. Ia meminta para pelajar tidak mengabaikan kondisi tersebut saat berangkat maupun pulang sekolah.
Selain mengingatkan para siswa, legislator dari Partai NasDem tersebut meminta orang tua meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak-anak selama kabut asap berlangsung.
Ia mengimbau anak-anak memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
“Khususnya kepada anak-anak yang bersekolah, saya imbau agar menggunakan masker, dan minum air putih yang banyak,” pesannya.
Netty menilai perlindungan terhadap anak perlu dilakukan bersama oleh keluarga dan lingkungan sekolah. Langkah pencegahan menjadi penting agar aktivitas belajar tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan peserta didik.
Netty juga meminta Dinas Pendidikan Barito Utara segera mengingatkan sekolah-sekolah agar meningkatkan upaya perlindungan terhadap peserta didik selama kondisi kabut asap.
Menurutnya, pihak sekolah perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta kesehatan siswa agar potensi gangguan kesehatan dapat diantisipasi sejak dini.
Selain persoalan kabut asap, Netty menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Pengawasan tersebut diperlukan untuk menjaga kebersihan makanan dan mencegah gangguan kesehatan lain, seperti muntaber dan sakit perut.
Ia berharap pihak sekolah dapat memastikan jajanan yang dikonsumsi siswa memenuhi standar kebersihan dan aman untuk dikonsumsi.
Netty menegaskan, perlindungan kesehatan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua, sekolah hingga instansi pemerintah terkait.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bekerja sama untuk melindungi generasi muda dari potensi dampak kesehatan akibat kabut asap di Muara Teweh dan sekitarnya. (tia)



