ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Meluncur di Indonesia, Memori hingga 128GB dan AI Lokal

asus
ASUS ProArt P14 dan P16 resmi hadir di Indonesia dengan AI lokal, memori hingga 128GB, layar OLED profesional, serta harga mulai Rp80,99 juta. Foto: Ist

JAKARTA – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator profesional ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia pada 20 Oktober 2026. Kedua perangkat ini mengandalkan kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal, kapasitas memori terpadu hingga 128GB, serta layar OLED yang dirancang untuk kebutuhan produksi konten profesional.

ASUS menyasar kreator profesional yang membutuhkan perangkat untuk menjalankan model AI generatif, menyunting foto dan video, melakukan rendering, hingga mengembangkan alur kerja berbasis Agentic AI tanpa harus selalu bergantung pada layanan komputasi awan atau cloud.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan kedua laptop tersebut dirancang untuk menghadirkan komputasi AI profesional dalam perangkat yang tetap mendukung mobilitas penggunanya.

“ASUS ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasanya, melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi,” ujar Lenny Lin.

Menurutnya, perangkat tersebut menggabungkan kemampuan pemrosesan kelas profesional dengan layar ASUS Lumina Pro OLED yang dirancang untuk menghasilkan tampilan warna akurat.

Salah satu fitur utama ASUS ProArt P14 dan P16 adalah kemampuan menjalankan model AI generatif secara lokal. Pendekatan ini memungkinkan sejumlah proses kreatif dilakukan langsung di perangkat, termasuk ketika pengguna tidak memiliki koneksi internet.

Dalam pengujian internal ASUS Indonesia, ProArt P14 dengan Unified Memory 64GB digunakan untuk menjalankan ComfyUI Desktop berbasis ARM64 dengan dukungan CUDA.

Pengujian pertama menggunakan model Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik beresolusi 1.024 piksel melalui 40 langkah pemrosesan.

Dalam skenario tersebut, penggunaan memori GPU tercatat mencapai 19,8GB, dengan utilisasi GPU 100 persen dan suhu GPU 68 derajat Celsius.

Pengujian berikutnya menggunakan MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah foto menjadi video berdurasi lima detik yang dilengkapi audio. Proses pada resolusi 0,7 megapiksel dengan mode turbo diselesaikan dalam waktu 5 menit 54 detik, dengan penggunaan memori GPU puncak mencapai 28,1GB.

ASUS juga mendemonstrasikan Hermes Agent dengan model bahasa lokal untuk membantu membaca folder proyek, merangkum brief klien, hingga menyusun draf naskah dan caption ke dalam berkas baru.

Kemampuan tersebut berpotensi membantu agensi kreatif, rumah produksi, dan seniman digital yang menangani dokumen sensitif. Pemrosesan lokal memberikan alternatif untuk mengurangi kebutuhan mengunggah materi proyek ke layanan cloud.

Meski demikian, ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan tidak tersedia secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh serta mengonfigurasi perangkat lunak sesuai kebutuhan. Hasil performa juga dapat berbeda bergantung pada aplikasi, driver, model, dan pengaturan yang digunakan.

Dari sisi komputasi, ASUS memperkenalkan konfigurasi yang menggabungkan GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan CPU NVIDIA Grace 20-core dalam platform yang disebut menggunakan superchip NVIDIA RTX Spark N1X.

GPU tersebut dibekali 6.144 core. ASUS mengklaim kemampuan pemrosesan AI mencapai hingga 1 petaflop pada jalur FP4.

Kedua perangkat menggunakan Unified Memory LPDDR5X dengan kecepatan 9.400 MT/s yang dapat diakses bersama oleh CPU dan GPU. Kapasitasnya mencapai 64GB pada ProArt P14 dan 128GB pada ProArt P16.

Memori terpadu berkapasitas besar tersebut ditujukan untuk mendukung pemrosesan model AI, pengolahan foto dan video beresolusi tinggi, serta berbagai aplikasi kreatif yang membutuhkan sumber daya komputasi besar.

Perangkat juga dapat dimanfaatkan untuk pengolahan video 8K menggunakan aplikasi yang mendukung akselerasi CUDA, termasuk DaVinci Resolve Studio.

Namun, kemampuan aktual tetap bergantung pada kompatibilitas perangkat lunak, konfigurasi sistem, dan jenis pekerjaan yang dijalankan.

ASUS turut mengandalkan teknologi layar OLED untuk menunjang kebutuhan kreator yang memerlukan akurasi warna.

ProArt P14 menggunakan layar sentuh OLED 14 inci dengan resolusi 2.8K. Sementara itu, ProArt P16 dibekali layar OLED 16 inci dengan resolusi UHD+.

Keduanya memiliki rasio aspek 16:10, refresh rate 120Hz, waktu respons 0,2 milidetik, dan cakupan warna 100 persen DCI-P3.

Layar tersebut telah tervalidasi PANTONE dan mampu menampilkan hingga 1,07 miliar warna. Spesifikasi ini ditujukan untuk mendukung pekerjaan seperti penyuntingan foto, desain grafis, color grading, serta evaluasi visual hasil generasi AI.

Dari sisi HDR, ProArt P14 memiliki sertifikasi VESA CERTIFIED DisplayHDR True Black 1000, sedangkan ProArt P16 mengantongi VESA CERTIFIED DisplayHDR True Black 1400.

Keduanya juga mendukung layar sentuh dan stylus MPP 2.6 untuk kebutuhan ilustrasi, desain, maupun penyuntingan visual.

Meski menawarkan kemampuan komputasi profesional, kedua laptop dirancang tetap mudah dibawa saat bekerja di luar studio.

ASUS ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,48 kilogram, ketebalan 1,39 sentimeter, dan baterai 90Wh.

Adapun ProArt P16 memiliki bobot sekitar 1,77 kilogram, ketebalan 1,29 sentimeter, serta baterai 99,9Wh.

Keduanya mendukung pengisian daya melalui adaptor USB Type-C 140W dan telah melewati pengujian ketahanan berdasarkan standar militer Amerika Serikat MIL-STD 810H.

Kombinasi tersebut menyasar kreator yang membutuhkan perangkat untuk mengolah materi, memeriksa akurasi warna, serta mempresentasikan hasil pekerjaan kepada klien ketika bepergian.

Untuk menunjang layanan purnajual, ASUS menyertakan garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun pada kedua model.

ASUS VIP Perfect Warranty memberikan perlindungan terhadap kerusakan akibat kecelakaan pemakaian sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pengguna juga memperoleh akses ASUS Premium Services yang mencakup layanan penjemputan dan pengantaran unit servis tanpa biaya, antrean perbaikan prioritas melalui FastLane, serta pembersihan profesional melalui Laptop Spa.

ASUS menyatakan layanan purnajual tersebut didukung 141 ASUS Service Center di Indonesia.

ASUS memasarkan kedua laptop ini untuk segmen kreator profesional dengan harga yang mencerminkan kapasitas memori dan kemampuan komputasinya.

Berikut daftar harga resmi dan harga khusus selama periode pre-order:

  • ASUS ProArt P14 (H7407BA): harga resmi Rp80.999.000, harga pre-order Rp79.999.000.
  • ASUS ProArt P16 (H7607BA): harga resmi Rp113.999.000, harga pre-order Rp112.999.000.

Periode pre-order berlangsung hingga 23 Oktober 2026.

ProArt P14 tersedia melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Store terpilih. Sementara itu, ProArt P16 dipasarkan secara eksklusif melalui ASUS Online Store.

Pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order juga disertai hadiah ASUS ProArt Mouse (MD301) senilai Rp1.699.000.

Informasi pemesanan dapat diakses melalui tautan berikut:

Konsumen juga dapat mencoba langsung ASUS ProArt P14, ProArt P16, dan ekosistem ASUS ProArt di booth ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026.

Kehadiran kedua laptop ini memperluas pilihan perangkat bagi kreator profesional yang membutuhkan kombinasi AI lokal, memori besar, layar berakurasi warna tinggi, dan mobilitas. Meski menawarkan spesifikasi tinggi, calon pengguna tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan produksi, kompatibilitas aplikasi, dan anggaran sebelum menentukan pilihan. (*/cen)