PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau (Pulpis) menggelar, ekspose akhir kajian efektivitas kebijakan stunting dalam menurunkan prevelensi stunting di Pulpis.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor Bapperida setempat, Rabu (19/8/2026) dibuka langsung Wakil Bupati, H Ahmad Jayadikarta mewakili Bupati Pulpis, H Ahmad Rifa’i.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pulpis, H Ahmad Jayadikarta menyampaikan, bahwa sebagaimana kita pahami bersama bahwa stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak.
“Stunting merupakan persoalan pembangunan manusia yang memiliki dampak jangka panjangnya terhadap kemampuan kognitif, kesehatan, produktivitas dan kualitas sumber daya manusianya dimasa yang akan datang,” tegas Jayadikarta.
Karena itu, lanjut Wabup, Pemkab Pulpis menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas manusia.
“Penanganannya tidak mungkin dilakukan oleh satu perangkat daerah saja. Tetapi diperlukan keterpaduan intervensi kesehatan dan gizi dengan sektor pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat dan desa, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, perlindungan keluarga serta berbagai sektor lainnya,” tegas wabup.
Dijelaskan wabup, bahwa pada tahapan ekspose akhir dari kajian yang telah dilaksanakan. Artinya, kita tidak lagi hanya berbicara mengenai apa yang seharusnya dilakukan, tetapi sudah sampai pada tahap melihat secara lebih obyektif bagaimana kebijakan dan program konvergensi stunting telah berjalan, apa sudah efektif, apa masih menjadi hambatan, serta apa masih yang perlu diperbaiki kedepannya.
“Kajian ini menjadi penting. Data menunjukkan, bahwa preview stunting di Kabupaten Pulang Pisau masih memerlukannya perhatian serius. Berdasarkan data SSGI 2024 yang digunakan dalam kajian ini, prevelensi stunting di Pulang Pisau tercatat sebesar 27,9 persen. Angka ini menunjukkan, pekerjaan kita masih panjang dan membutuhkan langkah yang lebih terarah, terukur dan berbasis bukti,” pungkasnya. (ung/abe)



