PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah. Salah satunya melalui penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Karo.
Langkah tersebut diyakini mampu menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura, khususnya cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.
Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini pada kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Daerah Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Pemerintah Kabupaten Karo berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Senin (29/6/2026).
Menurut Zaini, sebagai kota dengan tingkat konsumsi yang tinggi, Palangka Raya sangat bergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah. Ketika distribusi terganggu, harga cabai di pasar dapat melonjak menjadi Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram sehingga berdampak terhadap inflasi.
“Melalui kerja sama ini kita ingin memotong rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga pasokan dari daerah produsen dapat langsung masuk ke Palangka Raya. Dengan demikian harga lebih stabil dan masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra hortikultura nasional yang memiliki produksi cabai dan sayuran melimpah. Potensi tersebut menjadi kekuatan dalam menjaga ketersediaan pasokan bagi Kota Palangka Raya, terutama saat permintaan meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, pengiriman berbagai komoditas hortikultura dari Kabupaten Karo ke Kota Palangka Raya telah mulai direalisasikan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.
“Kita ingin pengendalian inflasi dilakukan dari hulunya, yakni dengan memastikan pasokan tersedia dan distribusi berjalan lancar,” pungkasnya. (mmc)



