PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memberikan tanggapan positif terhadap hasil Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030.
“Sudah bagus, prosesnya lancar saja kan,” ujar Agustiar Sabran saat dimintai tanggapan terkait pelaksanaan dan hasil pemilihan Rektor UPR, Jumat (02/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan gubernur saat dimintai tanggapan oleh awak media, setelah Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D resmi terpilih sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 melalui pemilihan tahap kedua yang digelar pada Kamis (1/10/2026).
Dalam pemilihan tersebut, Prof Bhayu memperoleh 37 suara dari total 63 suara. Sementara dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina Embang memperoleh 14 suara dan Prof. Dr. Liswara Neneng meraih 12 suara.
Ketua Senat UPR Prof. Dr. Petrus Poerwadi sebelumnya menyampaikan, bahwa proses pemilihan tahap kedua dilaksanakan bersama antara Senat UPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Hasil tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian proses Pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030.
Disisi lain, Tokoh Masyarakat Kalteng ,H. Abdul Razak, S.IP., M.AP, turut menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Prof. Bhayu Rhama sebagai Rektor UPR periode 2026–2030.
Abdul Razak berharap, kepemimpinan baru UPR dapat membawa universitas tersebut semakin maju serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan Kalteng.
“Selamat kepada Prof. Bhayu Rhama atas terpilihnya sebagai Rektor Universitas Palangka Raya. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa UPR semakin maju,” ujar Abdul Razak.
Menurutnya, berakhirnya proses pemilihan rektor menjadi momentum untuk kembali memperkuat kebersamaan seluruh sivitas akademika UPR.
Terpilihnya Prof Bhayu diharapkan menjadi awal bagi fase baru perjalanan UPR. Setelah proses pemilihan selesai, perhatian kini dapat diarahkan pada agenda yang lebih besar, yakni penguatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan reputasi UPR.
Prof Bhayu sendiri menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh sivitas akademika UPR, termasuk pihak-pihak yang sebelumnya mengikuti kontestasi pemilihan rektor. Ia menegaskan, bahwa UPR merupakan rumah bersama yang membutuhkan kontribusi seluruh elemen di dalamnya.
Dengan berakhirnya tahapan pemilihan, suasana kondusif dan kebersamaan menjadi bagian penting untuk dijaga. Perbedaan pilihan selama proses demokrasi di lingkungan kampus merupakan bagian dari dinamika pemilihan. Sementara setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen UPR memiliki ruang yang sama untuk bersama-sama membangun universitas. (cen)
BACA JUGA : Prof Bhayu Terpilih Jadi Rektor UPR, Raih 37 dari 63 Suara
BACA JUGA : Prof Bhayu Rhama Jadi Rektor UPR, LPADKT Titip Harapan untuk Kemajuan Pendidikan Kalteng



