Jamilah Apresiasi Program Gaspol 11.12, Nilai Jadi Langkah Strategis Percepatan Penurunan Stunting di Barito Utara

gaspol
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jamilah. Foto: Ist

MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jamilah, memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui program unggulan Gaspol 11.12.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting oleh Tim Provinsi Kalimantan Tengah secara hybrid pada Senin (27/4/2026), di mana Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memaparkan berbagai strategi percepatan penurunan stunting yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Menurut Jamilah, program Gaspol 11.12 merupakan langkah yang tepat karena dirancang untuk menyentuh akar persoalan stunting, mulai dari perbaikan sanitasi, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi program Gaspol 11.12. Ini bukan sekadar jargon. Dengan lima program dan satu kegiatan yang menyasar akar masalah, Barito Utara memiliki peta jalan yang jelas dalam percepatan penurunan stunting,” ujar Jamilah, Selasa (28/4/2026).

Legislator yang kerap turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan reses itu menilai keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai aspek, termasuk lingkungan yang sehat dan pola pengasuhan anak yang baik.

Menurutnya, perhatian terhadap sanitasi, pemenuhan gizi keluarga, serta edukasi kepada orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah stunting sejak dini.

“Stunting tidak hanya soal kurang makan, tetapi juga soal lingkungan yang bersih dan pola asuh yang benar. Saya melihat program ini sudah mengakomodasi itu. Perbaikan sanitasi, ketahanan pangan keluarga, dan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat adalah paket lengkap,” tegasnya.

Jamilah juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa dalam memastikan program penurunan stunting berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Ia mengajak para orang tua, khususnya ibu yang memiliki balita, untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu guna memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.

“Jangan ragu datang ke Posyandu. Mencegah stunting lebih mudah dan murah daripada mengobati dampaknya di kemudian hari. Dukungan dari keluarga dan tokoh masyarakat juga sangat dibutuhkan agar program ini sukses hingga ke pelosok,” katanya.

Di sisi lain, Jamilah memastikan DPRD Kabupaten Barito Utara akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, termasuk memastikan dukungan anggaran benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat.

“Kami di DPRD akan terus mengawal anggaran dan pelaksanaan program ini di lapangan. Jangan sampai ada wilayah yang terlewat,” pungkasnya.

Ia berharap kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya generasi Barito Utara yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting. (tia/cen)