fbpx

Harga Cabai dan Beberapa Kebutuhan Pokok Alami Kenaikan

Harga Cabai
Tampak sebagian penjual di pasar tradisional Kurun saat melakukan transaksi penjualan kebutuhan pokok, Rabu (22/6/2022). Foto: Sepanya

KUALA KURUN – Setelah hari raya Idul Fitri pada beberapa waktu lalu, untuk harga sejumlah kebutuhan pokok terjadi peningkatan. Terkait dengan itu, Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) merilis harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.

Kepala Disperindag Kabupaten Gumas Luis Eveli mengakui, ada beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan dan ada juga kebutuhan yang masih relatif stabil. Sehingga, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait harga agar tidak melonjak tajam.

“Untuk kebutuhan pokok yang ada di pasar tradisional dan pasar milik Pemda saat ini ada beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan seperti cabai, dari harga Rp 120 ribu sekarang naik Rp 30 ribu menjadi Rp 150 ribu, bawang merah ada kenaikan Rp 5 ribu dari harga Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu bawang putih sama dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu,” ucap Luis Eveli, Rabu (22/6/2022).

Sedangkan untuk daging, lanjut dia, ada kenaikan juga seperti daging sapi naik sekitar 6,25 persen, daging ayam ada kenaikan juga sekitar 20 persen, tepung terigu kelas medium naik 6,33 persen atau Rp 1000. Sedangkan, susu ada kenaikan sekitar 18,18 persen begitu pula dengan susu bubuk naik 5,45 persen.

“Untuk daging sapi naik murni dari Rp 160 ribu menjadi  Rp 170 ribu, daging ayam ras dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu, untuk tomat juga ada kenaikan Rp 5 ribu dari harga Rp 25 ribu, sedangkan daging ayam kampung relatif stabil harga Rp 85 ribu,” terang dia.

Untuk harga kebutuhan lain, tambah Luis menuturkan, seperti garam, kedelai, mie instan, kacang hijau dan lainnya masih harga normal dan tidak ada kenaikan. Lalu untuk sembilan bahan pokok (sembako) tidak ada kenaikan yang berarti.

“Kalau garam beryodium harga relatif normal, kedelai, kacang, ketela pohon, mie instan, ikan asin dan jagung pipilan harga masih stabil dan ketersediaan dinilai masih mencukupi,” pungkas dia. (nya/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.