PALANGKA RAYA – Dikabarkan adanya dua orang warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang kemungkinan besar terpapar varian baru Omicron mendapat tanggapan dari RSUD Kota Palangka Raya.
Humas RSUD Kota Palangka Raya, dr. Hendra Panguntaun, membenarkan jika saat ini pihaknya menerima adanya pasien yang hasil swab PCR-nya menunjukkan hasil yang positif.
Namun, kedua pasien tersebut saat ini hanya mengalami gejala ringan. Sehingga pasien tersebut hanya dilakukan prosedur isolasi mandiri.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari Laboratorium Mikrobiologi yang menjalankan pemeriksaan PCR-nya, menyatakan bahwa ada bagian dari virus yang menyerupai varian Omicron,” katanya, Rabu (2/2/2022).
Meskipun hasil menunjukkan adanya dugaan terpapar varian baru Omicron, namun pihaknya masih memerlukan pemeriksaan lanjutan yang dapat mendeteksi secara akurat virus tersebut.
“Perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yang bisa mendeteksi secara akurat, apakah benar sampel pasien tersebut memang varian Omicron. Dan prosedur ini sedang di jalankan oleh lab mikrobiologi kami,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Instalasi Laboratorium Mikrobiologi RSUD Kota Palangka Raya, dr. Maya, mengatakan saat ini pihaknya telah mengirimkan sample kedua pasien tersebut ke pemerintah pusat guna dilakukan pemeriksaan sampel secara akurat.
Kedua sampel tersebut dikirimkan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk kemudian dikirim ke pemerintah pusat.
“Kalau prosesnya itu pengiriman selama tujuh hari. Dari sampel positif kami, semuanya “Probable Omicron”. Namun untuk memastikan itu Omicron apa tidak, harus dikirim ke Litbangkes untuk di lakukan WGS (Whole Genome squencing),” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, saat ini RSUD Kota Palangka Raya belum dapat melakukan WGS. Namun hanya dapat mendeteksi Probable atau tidak melalui RY PCR SGTF.
“Untuk itu kita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena ada satu target gen letak mutasi Omicron terdeteksi. Tetapi itu bukan hanya punya Omicron saja. Itu juga bisa jadi punya Delta, Alfa dan Beta,” tuturnya.
Untuk itu saat ini, Tim Satgas Penanganan Covid-19 melalui RT dan kelurahan hingga Puskesmas terus memantau pasien yang melakukan isolasi mandiri. Hal tersebut agar memastikan kondisi pasien dapat tetap aman dan menjalankan isolasi dengan baik.
“Yang pasti memang harus WGS dahulu, jadi sekarang tergantung Dinkes Provinsi Kalteng mau mengirimkan kapan sampel nya. Semakin cepat dikirim, semakin cepat juga diketahui varian yang sudah terdeteksi di Palangka Raya,” pungkasnya. (rdo/cen)



