PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, membidangi pendidikan, kesehatan, pariwisata dan kesos, Kuwu Senilawati mengajak semua pihak melestarikan permainan tradisional.
“Permainan tradisional adalah budaya yang ada penting untuk kita jaga bersama sebagai kekayaan budaya daerah,” ucap Kuwu di gedung dewan, kemarin.
Srikandi Fraksi Gerindra DPRD Kalteng ini mengatakan, bahwa melestarikan permainan tradisional sangat penting. Mengingat hal ini secara perlahan sudah mulai luntur, tergerus oleh perkembangan zaman dan teknologi yang serba canggih dan serba modern.
“Salah satu upaya yang bisa kita lakukan yaitu mengenalinya kepada anak-anak. Dengan begitu mereka dapat mengetahui, permainan tradisional memiliki nilai luhur di dalamnya,” katanya.
Wakil Rakyat dari Dapil I Kalteng meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, dalam menjaga budaya dan kearifan lokal, menjadi tanggung jawab bersama.
Hal sederhana ucap dia, yang bisa dilakukan yaitu memperkenalkan permainan tradisional seperti balogo, bagasing dan lainnya kepada anak-anak.
“Selain bermain, banyak manfaat yang bisa anak-anak dapatkan. Diantaranya seperti melatih insting, kepekaan sosial, mental dan fisik,” katanya.
Diakui Kuwu, menarik minat anak-anak untuk bisa memainkan permainan tradisional di tengah kemajuan teknologi, seperti sekarang tidak lah mudah.
Meski demikian, katanya, apabila permainan tradisional di perkenalkan secara perlahan dan bertahap, anak-anak akan meminatinya.
Selanjutnya tinggal cara memperkenalkannya, keterlibatan dinas terkait, para pelaku seni, tokoh masyarakat dan juga orangtua sangat diperlukan dalam upaya ini.
“Besar harapan saya, semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap pelestarian kearifan lokal dan budaya daerah Kalteng. Dengan begitu, kelestariannya dapat bertahan meski harus dibayangi oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin modern saat ini,” pungkasnya. (rul/abe)



