KNPI Kalteng Terancam Terbelah Jadi Tiga Kubu, SEMMI Siapkan Poros Baru dan Kepengurusan Tandingan

semmi
Ilustrasi SEMMI Kalteng. Foto: AI

PALANGKA RAYA – Konflik dualisme kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi memasuki babak baru. Setelah dinamika yang melibatkan kubu Ryano dan kubu Saad. Kini, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalteng menyatakan siap membentuk poros atau gerbong baru.

Langkah tersebut berpotensi menambah peta konflik internal KNPI Kalteng menjadi tiga kelompok. SEMMI bahkan berencana menghimpun sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) untuk mengonsolidasikan kekuatan dan memperjuangkan kejelasan legitimasi kepengurusan di tingkat pusat.

SEMMI Kalteng menegaskan tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah polemik kepemimpinan organisasi kepemudaan tersebut. Mereka mengaku akan mengambil langkah yang disebut sebagai sikap revolusioner dengan mendorong figur alternatif atau ‘kuda hitam’ yang dinilai dapat mengakomodasi kepentingan pemuda dan OKP.

Sebagai salah satu OKP yang menyatakan memiliki legitimasi dan terhimpun dalam struktur KNPI, SEMMI menilai persoalan dualisme kepemimpinan tidak boleh terus berlarut-larut hingga menghambat peran organisasi kepemudaan di daerah.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, SEMMI akan melakukan konsolidasi dengan sejumlah OKP yang memiliki pandangan serupa. Gerbong baru yang terbentuk nantinya akan menjadi wadah bersama untuk menentukan langkah organisasi selanjutnya.

Tidak hanya berhenti pada konsolidasi daerah, SEMMI bersama barisan OKP yang akan dihimpun juga berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat.

Mereka menyiapkan usulan kepengurusan untuk diajukan kepada kepemimpinan KNPI di tingkat nasional, baik melalui kubu Haris Pertama maupun Putri Khairunnisa. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memperoleh kejelasan mengenai legitimasi dan arah kepemimpinan KNPI Kalteng.

Rencana pembentukan poros ketiga ini sekaligus menjadi bentuk tekanan terhadap pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam perselisihan kepemimpinan KNPI.

SEMMI berharap suara OKP dan kepentingan pemuda tidak terus terpinggirkan akibat dinamika elite organisasi. Mereka menginginkan KNPI kembali menjadi wadah berhimpun yang mampu mengakomodasi aspirasi seluruh organisasi kepemudaan.

Jika rencana tersebut terealisasi, peta konflik KNPI Kalteng berpotensi semakin kompleks. Publik kini menunggu apakah konsolidasi yang digagas SEMMI benar-benar melahirkan gerbong ketiga atau justru membuka jalan baru bagi penyelesaian polemik dualisme kepemimpinan KNPI di Kalteng. (cen)