PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) terus mematangkan rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Saat ini, usulan pendirian FKG telah masuk dalam aplikasi SIAGA dan menjalani evaluasi awal.
Rektor UPR Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., mengatakan peningkatan kualitas sarana dan prasarana menjadi salah satu prioritas universitas seiring kembali berlangsungnya pembelajaran tatap muka.
Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran UPR, Kamis (29/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas, menyerap aspirasi, serta mengevaluasi kebutuhan masing-masing fakultas.
Menurut Prof. Bhayu, selain pembenahan fasilitas, universitas juga membahas rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
“Sekarang kita fokuskan tentang sarana prasarana karena pembelajaran mulai tatap muka. Tadi kita juga membahas terkait pembukaan fakultas baru di kedokteran, yaitu Fakultas Kedokteran Gigi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan pendidikan kedokteran membutuhkan persiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pengajar dan pembimbing.
Prof. Bhayu juga menekankan pentingnya peran dosen dalam memetakan potensi mahasiswa sejak dini, termasuk mahasiswa yang berpeluang mengembangkan karier sebagai pendidik atau dosen pada masa mendatang.
Di sisi lain, kunjungan tersebut turut menyoroti kendala kelistrikan yang masih dihadapi Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran. Persoalan itu menjadi bagian dari kebutuhan sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian agar kegiatan akademik berjalan optimal.
Dekan Fakultas Kedokteran UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani, mengatakan usulan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi telah masuk dalam aplikasi SIAGA dan menjalani satu kali evaluasi.
Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat dua aspek utama yang menjadi perhatian, yakni pemenuhan sarana dan prasarana serta kesiapan SDM.
Natalia menyebutkan, pemenuhan fasilitas fisik telah dilakukan secara bertahap melalui dukungan pimpinan universitas, termasuk rektor sebelumnya dan rektor saat ini.
Sementara itu, untuk aspek SDM, pihaknya menargetkan pelaporan kelengkapan persyaratan, termasuk kebutuhan tenaga pengajar, pada 15 November 2026 melalui aplikasi SIAGA.
Dalam proses persiapan tersebut, Fakultas Kedokteran UPR juga mendapatkan pembinaan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (UNEJ).
Natalia berharap seluruh persyaratan dapat dipenuhi sehingga proses pengajuan izin pendirian Fakultas Kedokteran Gigi dapat diselesaikan sesuai target tahun ini.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UPR, Natalia Asi, mengatakan pengembangan fakultas harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Menurutnya, penambahan fakultas tidak semata-mata bertujuan memperluas struktur akademik, tetapi juga harus diiringi kontribusi konkret dalam memenuhi kebutuhan tenaga profesional, terutama di bidang kesehatan.
Kalteng masih membutuhkan tenaga kesehatan. Karena itu, UPR diharapkan mengambil peran lebih besar melalui pengembangan pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan daerah.
Ia menilai, keberadaan perguruan tinggi akan semakin dirasakan masyarakat, apabila pengembangan pendidikan yang dilakukan mampu memberikan solusi terhadap kebutuhan di lapangan.
Melalui pembenahan fasilitas, penguatan SDM, dan pengembangan fakultas, UPR berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan Kalteng.
Meski demikian, rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi nantinya masih memerlukan pemenuhan persyaratan dan penyelesaian tahapan evaluasi perizinan sebelum dapat direalisasikan. (cen)



