PALANGKA RAYA – Sebanyak 30 ribu paket bantuan disiapkan untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut mencakup kebutuhan pokok hingga perlengkapan kesehatan untuk membantu warga menghadapi dampak bencana karhutla.
Penyaluran bantuan berlangsung di kawasan Koperasi Desa Merah Putih, Jalan Tjilik Riwut Km 8, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Rabu (28/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, serta Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini.
Ratusan masyarakat memadati lokasi untuk menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari di tengah dampak karhutla.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, sekitar 30 ribu paket sembako disiapkan untuk warga terdampak. Penyaluran diprioritaskan bagi masyarakat yang merasakan dampak langsung kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya serta wilayah sekitarnya.
“Paket sembako yang diberikan dari saya sekitar 30.000. Memang tidak semua masyarakat, tapi kita maksimalkan kepada yang terdampak langsung, untuk di Palangka Raya dan sekitarnya,” ujarnya di lokasi.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga perlengkapan untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat di tengah paparan asap karhutla.
Paket bantuan antara lain berisi beras, margarin, susu, masker, oksigen, serta susu formula yang diperuntukkan bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Selain masyarakat, perhatian juga diberikan kepada relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla di lapangan.
Menurut Zainul, bantuan bagi relawan meliputi alat pelindung diri (APD), seperti sepatu bot, helm, dan kacamata pelindung. Bantuan tambahan berupa susu juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan relawan selama bertugas, meskipun jumlahnya masih terbatas.
“Termasuk untuk relawan. Memang terbatas tidak terlalu banyak. Ada APD lengkap, sepatu boots, kemudian helm, kacamata dan sebagainya. Termasuk nanti ada susu beruang juga untuk relawan. Kita akan bagikan langsung kepada relawan-relawan yang aktif di lapangan,” lanjutnya.
Zainul menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik, termasuk wilayah Kapuas dan Kalampangan. Upaya tersebut dilakukan agar bantuan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.
Pemerintah juga menyiapkan mekanisme penyaluran langsung dari rumah ke rumah bagi warga yang tidak dapat mendatangi lokasi pembagian. Dengan cara tersebut, masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk hadir di lokasi diharapkan tetap memperoleh bantuan.
Penyaluran 30 ribu paket bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat yang menghadapi dampak karhutla di Kalimantan Tengah. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, penyediaan masker dan perlengkapan kesehatan diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan warga di tengah kondisi kabut asap.
Dukungan APD bagi relawan juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, mengingat mereka berhadapan langsung dengan risiko di lapangan saat melakukan pemadaman dan upaya pengendalian kebakaran. (ter/cen)



