Bupati Lamandau Pastikan Antrean Lancar dan Tertibkan Pelangsir

Bupati Lamandau
Bupati Lamandau, Risky Adtya Putra meninjau langsung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kota Nanga Bulik. Foto: IST

NANGA BULIK – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra meninjau langsung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memastikan pelayanan pengisian BBM berjalan tertib dan antrean masyarakat tetap lancar. Peninjauan tersebut dilakukan di tengah aktivitas pengisian BBM yang cukup padat.

Bupati, juga memberikan perhatian terhadap keberadaan pelangsir yang dinilai dapat mengganggu kelancaran antrean dan berpotensi mengurangi kesempatan masyarakat mendapatkan BBM.

Rizky meminta, pengelola SPBU bersama petugas terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan yang diduga melakukan pembelian BBM secara berulang untuk kemudian dijual kembali.

Menurut dia, penertiban diperlukan agar distribusi BBM dapat berjalan sesuai peruntukannya dan masyarakat yang membutuhkan tidak dirugikan.

“Jangan sampai masyarakat yang datang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari justru harus mengantre lama karena ada pihak-pihak yang melakukan pembelian berulang,” ujar Rizky saat meninjau SPBU, Sabtu (3/10/2026).

Selain menertibkan pelangsir, Rizky juga memastikan jalur antrean kendaraan tetap teratur sehingga tidak terjadi penumpukan yang mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas di sekitar SPBU.

Ia meminta pengelola SPBU memperhatikan pola antrean serta berkoordinasi dengan aparat apabila ditemukan aktivitas yang mencurigakan atau pelanggaran dalam distribusi BBM.

“Yang kita jaga adalah kelancaran pelayanan dan keadilan bagi masyarakat. BBM harus bisa dinikmati masyarakat sesuai kebutuhan, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Rizky mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan. Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan kebijakan terkait distribusi BBM benar-benar dirasakan masyarakat.

Peninjauan tersebut, sekaligus menjadi langkah pemerintah daerah merespons persoalan antrean BBM yang kerap terjadi di SPBU. (han/abe)