PALANGKA RAYA— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Tim SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, berhasil meraih Juara 3 Nasional Lomba Variasi Baris-Berbaris (LVBB) yang digelar Sekretariat MPR RI di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Tim asal Kalimantan Tengah tersebut harus bersaing dengan 30 sekolah yang mewakili 30 provinsi di Indonesia.
Penampilan tim SMAN 1 Pangkalan Bun di halaman Gedung MPR RI berhasil mengantarkan mereka masuk tiga besar dalam kompetisi nasional tersebut.
Capaian ini sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah di tingkat nasional.
Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan pelajar Kalteng dalam menghadapi kompetisi yang menuntut kedisiplinan, kekompakan, ketepatan gerakan, konsistensi, dan mental yang kuat.
Lomba Variasi Baris-Berbaris Tingkat Nasional Sekretariat MPR RI mempertemukan sekolah-sekolah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Setiap tim dituntut menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai aspek penilaian. Mulai dari ketepatan gerakan, kekompakan, ketegasan aba-aba, variasi formasi, kedisiplinan, hingga mental peserta.
Tim SMAN 1 Pangkalan Bun mampu tampil kompetitif di tengah persaingan tersebut.
Capaian itu tidak diraih secara instan. Sebelum berangkat ke Jakarta, para anggota tim menjalani latihan secara intensif untuk mematangkan gerakan sekaligus membangun kekompakan.
Danton tim SMAN 1 Pangkalan Bun, Akbar Firmansyah, mengaku bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih bersama rekan-rekannya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa meraih Juara 3 Nasional. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, latihan, dan kekompakan seluruh anggota tim,” ujar Akbar.
Menurutnya, tampil di tingkat nasional memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.
Mereka harus menghadapi peserta dari berbagai daerah dengan karakter, kemampuan, serta persiapan yang berbeda.
“Bisa tampil di tingkat nasional dan bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai provinsi merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.
Akbar juga menyampaikan terima kasih kepada pembina, kepala sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang memberikan dukungan selama proses persiapan hingga perlombaan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan tim hingga mampu menembus tiga besar nasional.
Ia berharap capaian tersebut bukan menjadi akhir perjalanan tim.
“Juara 3 Nasional ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Pembina tim SMAN 1 Pangkalan Bun, Nuning Meidiningrum, turut mengapresiasi perjuangan para peserta didik.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak yang berhasil meraih Juara 3 Nasional. Prestasi ini tidak diraih dengan mudah, tetapi melalui proses latihan yang panjang, disiplin, kekompakan, evaluasi, dan komitmen seluruh anggota tim,” ungkap Nuning.
Ia menegaskan, pembinaan baris-berbaris tidak semata-mata bertujuan mengejar kemenangan dalam perlombaan.
Di balik setiap latihan, peserta didik juga dibentuk untuk memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
“Bagi kami, yang paling penting bukan hanya piala yang diperoleh, tetapi nilai-nilai yang tumbuh selama proses latihan. Anak-anak belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, konsistensi, dan pantang menyerah,” jelasnya.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi peserta didik, baik selama berada di lingkungan sekolah maupun ketika memasuki kehidupan di luar sekolah.
Nuning juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjuangan tim.
Dukungan tersebut datang dari kepala sekolah, guru, orang tua, pelatih, serta pihak lainnya yang ikut membantu proses pembinaan.
“Terima kasih kepada kepala sekolah, guru, orang tua, pelatih, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berproses dan mengembangkan potensi,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat mendorong siswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Kepala SMAN 1 Pangkalan Bun, Jumrani, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tim sekolahnya.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah berjuang membawa nama sekolah, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kalimantan Tengah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih tim SMAN 1 Pangkalan Bun sebagai Juara 3 Nasional dalam Lomba Variasi Baris-Berbaris Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Sekretariat MPR RI,” ujar Jumrani.
Menurutnya, capaian tersebut semakin membanggakan karena tim harus bersaing dengan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.
“Bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai daerah dan mampu masuk tiga besar nasional merupakan pencapaian yang luar biasa,” tegasnya.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMAN 1 Pangkalan Bun.
Capaian itu juga membawa nama Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.
Jumrani berharap keberhasilan tim LVBB dapat menjadi pemantik semangat bagi peserta didik lainnya.
Sekolah, kata dia, akan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi yang besar apabila diberikan pembinaan, kesempatan, dan dukungan yang tepat,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani mengikuti kompetisi dan membawa nama sekolah serta daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Juara 3 Nasional LVBB yang diraih SMAN 1 Pangkalan Bun menambah deretan prestasi pelajar Kalimantan Tengah di tingkat nasional.
Di balik penampilan baris-berbaris yang presisi, terdapat proses panjang yang menanamkan disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan daya juang.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ketika bakat pelajar dipertemukan dengan pembinaan, kesempatan, dan dukungan yang tepat, panggung nasional bukanlah sesuatu yang mustahil bagi anak-anak Kalteng. (*/cen)



