PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan anggaran pendampingan untuk mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat.
Tak hanya menyiapkan dukungan anggaran, Pemprov Kalteng juga memperkuat Kelas Digital Huma Betang sebagai upaya memperluas akses pembelajaran hingga ke sekolah-sekolah di wilayah pedalaman.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat di sektor pendidikan.
Kebijakan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi dan digitalisasi 100.000 satuan pendidikan pada 2027.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto beberapa kali menegaskan rencana pengalokasian anggaran tersebut.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas bantuan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran melalui Mendikdasmen,” ujar Reza, Selasa (8/9/2026).
Menurut Reza, Pemprov Kalteng siap memberikan dukungan nyata agar program nasional tersebut dapat berjalan optimal di daerah.
Ia mengatakan Gubernur Kalteng telah memberikan dukungan terhadap kebijakan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran.
“Tentu kebijakan yang baik itu harus didukung, harus disupport, dan kita dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pak Gubernur sudah memberikan dukungan nyata,” kata Reza.
Dukungan tersebut tidak hanya sebatas menjalankan kebijakan pemerintah pusat. Pemprov Kalteng juga menyiapkan alokasi anggaran pendampingan untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di wilayah Kalteng.
Di sisi lain, Pemprov Kalteng terus memperkuat program Kelas Digital Huma Betang yang dikembangkan untuk mendukung pemerataan akses pembelajaran.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi menghadapi kesenjangan ketersediaan tenaga pendidik antara sekolah di wilayah perkotaan dengan daerah pedesaan dan pedalaman.
“Kita dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mendukung program digitalisasi tersebut, kita sudah membentuk yang namanya Kelas Digital Huma Betang,” jelas Reza.
Menurutnya, digitalisasi memungkinkan proses pembelajaran tetap berlangsung meskipun suatu wilayah masih menghadapi keterbatasan jumlah guru maupun akses terhadap tenaga pendidik tertentu.
Untuk memperkuat pelaksanaannya, Pemprov Kalteng memberikan dukungan berupa perangkat teknologi, termasuk Interactive Flat Panel (IFP).
Selain itu, pemerintah provinsi juga menyediakan perangkat Starlink serta panel surya untuk mendukung konektivitas internet dan kebutuhan energi di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
“Dengan adanya digitalisasi, didukung dengan kelas digital, didukung dengan perangkat Starlink dan panel surya yang diberikan oleh pemerintah provinsi, sehingga match lah itu semua,” ungkap Reza.
Dukungan tersebut diharapkan membuat pembelajaran berbasis digital tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau sekolah-sekolah di pelosok Kalimantan Tengah.
Program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan.
Pemprov Kalteng menegaskan kesiapan untuk terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dengan menyesuaikannya terhadap kebutuhan daerah.
Penguatan Kelas Digital Huma Betang, dukungan perangkat teknologi, konektivitas internet, serta energi alternatif menjadi bagian dari strategi untuk memastikan transformasi pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata.
Dengan demikian, siswa di wilayah pedalaman tetap memiliki kesempatan memperoleh pembelajaran yang berkualitas, meskipun berada jauh dari pusat perkotaan. (*/cen)



