BEM UPR Siap Turun Tangan Hadapi Karhutla di Sekitar Kampus

bem
Presiden BEM UPR, Jales Veva Jaya Mahe. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) menyatakan siap mengambil bagian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar lingkungan kampus.

BEM UPR menilai karhutla bukan lagi persoalan yang berada jauh dari aktivitas mahasiswa. Keberadaan titik kebakaran di sekitar Universitas Palangka Raya berpotensi mengganggu kenyamanan, kesehatan, keamanan, hingga aktivitas perkuliahan mahasiswa.

Dalam situasi tersebut, Presiden BEM UPR, Jales Veva Jaya Mahe, menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton ketika persoalan lingkungan terjadi di depan mata.

“BEM UPR siap hadir dan membersamai melalui tindakan nyata,” ucap Jales.

Jales menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam upaya penanganan dan pemadaman api sesuai kapasitas, prosedur keselamatan, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya untuk wilayah di sekitar Universitas Palangka Raya.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa agar dampak karhutla tidak semakin meluas. Selain itu, upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga aktivitas akademik dan perkuliahan di lingkungan UPR tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.

Jales menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak semata-mata diwujudkan melalui penyampaian aspirasi di ruang-ruang diskusi.

Ketika kampus dan lingkungan sekitar membutuhkan, mahasiswa dinilai harus mampu hadir, bergerak, serta memberikan solusi nyata sesuai kemampuan dan tetap mengutamakan keselamatan.

Sikap tersebut menjadi penegasan bahwa mahasiswa ingin mengambil peran langsung dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kehidupan kampus.

“Karena mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam kata-kata, tetapi juga bagian dari solusi melalui tindakan nyata,” tegas Jales sembari menutup pernyataannya dengan semangat Hadir, Bergerak, dan Membersamai. (cen)