PKKMB FISIP UPR 2026, 387 Mahasiswa Baru Dibekali Karakter dan Soft Skill dan Didorong Lulus Tepat Waktu

pkkmb
Dekan FISIP UPR, Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., saat menngalungi tanda peserta PKKMB FISIP UPR, Rabu (12/08/2026). Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR) 2026 diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk membentuk karakter mahasiswa sekaligus mendorong mahasiswa baru menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Dekan FISIP UPR, Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., mengatakan PKKMB menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi.

“Kita berharap pengenalan ini memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk bisa lulus tepat waktu dan menjalani pendidikan secara maksimal sehingga dapat memanfaatkan dukungan sarana dan prasarana yang dimiliki,” kata Bhayu, Rabu (13/8/2026).

Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami sejak awal bagaimana sistem pendidikan di perguruan tinggi, termasuk organisasi dan struktur kampus, sistem pembelajaran, hingga berbagai sarana dan prasarana yang tersedia.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan kampus untuk menunjang proses pendidikan.

Guru Besar bidang pariwisata UPR tersebut mengatakan pembentukan karakter menjadi salah satu perhatian dalam proses pendidikan mahasiswa FISIP UPR.

Menurut Bhayu, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pengembangan soft skill. Mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih lengkap ketika menyelesaikan pendidikan dan memasuki kehidupan profesional maupun masyarakat.

Keberhasilan pendidikan, lanjutnya, tidak semata-mata diukur dari nilai akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan nonakademik serta kepedulian sosial.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan nonakademik dan kepedulian sosial agar ilmu yang diperoleh selama pendidikan dapat memberikan manfaat ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, proses pendidikan di FISIP UPR diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Bhayu juga memastikan pelaksanaan PKKMB FISIP UPR 2026 mendapat pengawasan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan pengenalan kehidupan kampus berlangsung dalam suasana edukatif dan tidak mengarah pada tindakan kekerasan.

“Dalam pelaksanaan kegiatan PKKMB ini, FISIP UPR tentunya sudah memiliki pengawas dan juga dimonitor oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP UPR agar bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kekerasan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurutnya, PKKMB harus menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan pembekalan dan mengenal lingkungan akademik, bukan menjadi kegiatan yang justru menimbulkan tekanan maupun tindakan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Pada PKKMB FISIP UPR 2026, tercatat sebanyak 387 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut.

Bhayu berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian pembekalan dengan serius dan memanfaatkan informasi yang diberikan sebagai bekal menjalani kehidupan akademik.

“Saya berharap seluruh peserta PKKMB FISIP UPR 2026 bisa memanfaatkan kegiatan sebaik-baiknya sehingga pandangan atau panduan yang mereka dapatkan dapat diperoleh secara maksimal,” katanya.

Ia menilai masa awal perkuliahan menjadi fase penting bagi mahasiswa untuk membangun kebiasaan belajar, mengenal lingkungan akademik, serta mulai merancang target selama menempuh pendidikan.

Bhayu menambahkan, jumlah peserta PKKMB FISIP UPR 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di FISIP UPR masih tinggi. Hal itu juga tercermin dari kuota mahasiswa baru yang setiap tahun selalu terpenuhi.

Tingginya minat tersebut terlihat dalam proses seleksi mahasiswa baru. Bhayu menyebut persaingan masuk FISIP UPR mencapai sekitar satu banding tiga.

Artinya, dari setiap tiga orang yang mendaftar, hanya sekitar satu orang yang dapat diterima.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi FISIP UPR untuk memastikan mahasiswa yang telah diterima mendapatkan proses pendidikan yang optimal.

Dengan pembekalan melalui PKKMB, FISIP UPR berharap 387 mahasiswa baru tersebut mampu menjalani proses pendidikan secara maksimal, menyelesaikan studi tepat waktu, serta berkembang menjadi lulusan yang unggul secara akademik maupun memiliki kemampuan soft skill.

Pada akhirnya, lulusan FISIP UPR diharapkan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan. (cen)