Tersangka Kasus Berdarah Tumbang Kalemei Tiba di Palangka Raya, Bio Disambut Teriakan Emosional Sang Mantan Istri di Bandara

Tumbang Kalemei
Tiga tersangka kasus penggerebekan berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, tiba di Palangka Raya. Foto: Ricky Theodorus

PALANGKA RAYA – Tiga dari sembilan tersangka kasus penggerebekan berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, akhirnya tiba di Kota Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) siang. Kedatangan Bio, Ramblan, dan Perie di Bandara Tjilik Riwut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Namun, perhatian sejumlah warga dan awak media yang berada di lokasi justru tertuju pada momen ketika seorang perempuan yang mengaku mantan istri Bio melontarkan teriakan emosional saat tersangka digiring petugas menuju kendaraan yang telah disiapkan.

Setibanya di Bandara Tjilik Riwut, ketiga tersangka langsung dipindahkan dari pesawat menuju mobil ambulans dengan pengawalan ketat. Mereka terlihat menggunakan kursi roda saat dibawa keluar dari area kedatangan.

Suasana sempat menjadi sorotan ketika perempuan bernama Intan mengaku sebagai mantan istri Bio dan berteriak menggunakan bahasa Banjar di tengah pengamanan aparat.

“Bio, hidungku patah gara-gara kamu. Ada wanita tulus, aku,” teriak Intan saat Bio dan dua tersangka lainnya digiring menuju ambulans.

Meski diteriaki, Bio tidak memberikan respons dan tetap dikawal petugas menuju kendaraan yang membawanya keluar dari kawasan bandara.

Bio, Ramblan, dan Perie sebelumnya ditangkap tim gabungan di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.45 WITA. Penangkapan dilakukan oleh personel Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Satgas NIC Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polresta Samarinda.

Setelah ditangkap, ketiganya sempat dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses penanganan awal oleh Bareskrim Polri. Selanjutnya, mereka diterbangkan ke Palangka Raya untuk menjalani proses penyidikan lanjutan oleh Polda Kalimantan Tengah.

Ketiga tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan kasus penggerebekan berdarah di Desa Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas.

Penyidik Polda Kalimantan Tengah kini akan melanjutkan pemeriksaan dan pendalaman terhadap peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut.

Hingga Kamis sore, Polda Kalimantan Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait kedatangan ketiga tersangka maupun agenda pemeriksaan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. (ter/cen)